Dark/Light Mode

Gus Jazil Bikin Pusat Studi Tafsir Nusantara Untuk Gen Z, Hidupkan Warisan Ulama

Selasa, 29 Oktober 2024 21:04 WIB
Gus Jazil Bikin Pusat Studi Tafsir Nusantara Untuk Gen Z, Hidupkan Warisan Ulama

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPR RI, Jazilul Fawaid, yang akrab disapa Gus Jazil, meresmikan Pusat Studi Tafsir Nusantara di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta, Selasa (30/10).

Lembaga ini ditujukan untuk mengkaji dan memperkenalkan karya-karya tafsir ulama Nusantara, salah satunya Tafsir Marah Labid atau Tafsir Munir karya Syech Nawawi Al-Bantani. 

“Ini penting, negara memberikan penghargaan kepada umat Islam dengan mengkaji pikiran-pikirannya, bukan hanya membangun fisiknya,” ujar Gus Jazil dalam acara Islamic Z Fest, Selasa (29/10).

Baca juga : Duta Besar Indonesia Untuk Jepang Heri Akhmadi Rayakan Peluncuran HITO

Pusat studi ini diinisiasi Gus Jazil bekerja sama dengan Fakultas Usuluddin UIN Jakarta, khususnya Program Studi Ilmu Alquran dan Tafsir. 

Koordinator Nusantara Mengaji ini menilai, banyak karya tafsir dari ulama terdahulu yang belum mendapat tempat atau dipublikasikan secara luas. Untuk itu, ia mengajak generasi muda yang tertarik mendalami kajian Alquran dan tafsir untuk terlibat aktif. 

“Para mahasiswa, anak-anak muda yang tertarik silakan bergabung. Kita siapkan basecamp-nya di sekitar Kampus UIN Jakarta. Nanti ada pembimbingnya. Apa sasarannya? Memasyarakatkan Alquran,” lanjutnya.

Baca juga : Harris: Putin Bisa Saja Menyantap Trump Untuk Makan Siang

Sebagai Ketua Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Ilmu Alquran (IKAPTIQ) Jakarta, Gus Jazil berharap kajian Alquran ini bisa membangun spirit Islam yang kuat di Indonesia. Menurutnya, dengan spirit Alquran, pembangunan Indonesia akan berjalan lebih cepat dan tepat. 

“Kata kuncinya membangun Indonesia dengan membangun spirit keislaman dan spirit Alquran yang kuat karena mayoritas umat di Indonesia adalah umat Islam,” ujar Gus Jazil.

Di sisi lain, Gus Jazil juga mengungkapkan keprihatinannya bahwa minat generasi muda terhadap ilmu tafsir mulai menurun. 

Baca juga : Soal Emisi Karbon, Menteri Siti: NDC Untuk Kepentingan Nasional Dan Global

Padahal, dalam Alquran sendiri disebutkan bahwa kunci kesuksesan ada dalam membaca dan memahami ayat-ayat Allah. 

Salah satu tokoh ulama yang akan menjadi fokus kajian adalah Syech Nawawi Al-Bantani, seorang ulama Nusantara yang sangat dihormati di Hijaz (Timur Tengah) pada zamannya. 

Gus Jazil menyampaikan, banyak mahasiswa tafsir mungkin belum pernah mempelajari karya besar ini. "Jangan-jangan mahasiswa jurusan tafsir belum pernah mempelajarinya," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.