Dark/Light Mode

Meneladani Rasulullah: Idul Fitri sebagai Hari Berbagi dan Mengasihi

Selasa, 1 April 2025 14:19 WIB
Khutbah Salat Idul Fitri (Foto: Dok. Pribadi)
Khutbah Salat Idul Fitri (Foto: Dok. Pribadi)

Sabda Nabi Muhammad SAW, “Bahwa aku dan orang-orang yang memelihara anak yatim dengan baik akan berada di surga, bagaikan dekatnya jari telunjuk dengan jari tengah, lalu Nabi mengangkat tangannya dan memperlihatkan jari telunjuk dan jari tengahnya, lalu ia renggangkan" (HR Al-Bukhari). Sabda ini menjadi pengingat umat Islam akan pentingnya kepedulian terhadap mereka yang kurang beruntung, terutama di hari penuh kemenangan, Idul Fitri.

Kisah Rasulullah SAW yang memuliakan anak yatim di hari Idul Fitri menjadi teladan bagi umat Islam dalam menanamkan kepedulian sosial. Dalam sebuah riwayat, diceritakan bahwa pada suatu hari Idul Fitri, Rasulullah SAW melihat seorang anak yatim yang menangis karena tidak memiliki keluarga untuk merayakan hari kemenangan. Dengan penuh kasih sayang, Nabi menghibur anak itu dan mengangkatnya sebagai bagian dari keluarganya. Kisah ini mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya berasal dari materi, tetapi juga dari perhatian dan kasih sayang yang diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Penceramah Ustadz Muhamad Rosit dalam khutbah Idul Fitri di Masjid Puri Bali Bojongsari, Depok, menekankan bahwa Idul Fitri bukan hanya momen kemenangan setelah berpuasa, tetapi juga waktu untuk merefleksikan kepedulian terhadap sesama. “Idul Fitri mengajarkan kita arti kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial. Seperti yang dicontohkan Rasulullah SAW, kita diajak untuk berbagi kebahagiaan dengan anak yatim dan kaum dhuafa,” ujar Ustadz Rosit.

Baca juga : Idul Fitri ke Rumah Megawati, Pramono Bahas Berbagai Persoalan Jakarta

Dalam konteks ini, zakat fitrah menjadi simbol pemerataan kebahagiaan. Islam mewajibkan umatnya untuk membayar zakat fitrah sebelum Idul Fitri agar tidak ada yang merasa terpinggirkan dalam perayaan hari raya ini. “Zakat fitrah bukan sekadar kewajiban, tetapi juga bentuk kepedulian nyata agar semua orang bisa merasakan kebahagiaan di hari kemenangan,” tambahnya.

Momentum Berbagi dan Spirit Solidaritas

Perayaan Idul Fitri di Indonesia memiliki makna yang sangat kuat karena mayoritas penduduknya beragama Islam. Berdasarkan data dari Databoks Katadata, sebanyak 87,08 persen penduduk Indonesia atau sekitar 245.973.915 jiwa menganut Islam. Dengan jumlah tersebut, Idul Fitri menjadi perayaan keagamaan yang paling meriah di Indonesia, ditandai dengan mudik, salat Id berjamaah, serta tradisi halal bihalal yang mempererat silaturahmi.

Baca juga : Bahlil Lahadalia: Idul Fitri, Kemenangan Sekaligus Terlahir Suci Kembali

Namun, di balik kemeriahan tersebut, Idul Fitri juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran sosial. Di lingkungan Masjid Puri Bali Bojongsari, Depok, semangat kepedulian diwujudkan melalui program santunan bagi anak yatim dan kaum dhuafa. Tahun ini, dana sebesar Rp 55,6 juta berhasil dikumpulkan dari donasi para jamaah dan warga, yang kemudian disalurkan dalam bentuk 278 paket santunan. Sebanyak 179 paket diberikan kepada anak yatim dan kaum dhuafa, sementara 99 paket lainnya didistribusikan kepada pekerja di lingkungan sekitar.

Ustadz Rosit menambahkan bahwa Idul Fitri harus menjadi ajang untuk menunjukkan solidaritas sosial yang berkelanjutan. “Kemenangan di hari raya bukan hanya tentang berhasil menahan lapar dan dahaga selama Ramadan, tetapi juga tentang sejauh mana kita bisa menjadi pribadi yang lebih peduli dan dermawan,” ujarnya.

Implementasi Kepedulian dalam Kehidupan Sehari-hari

Idul Fitri bukan hanya hari perayaan, tetapi juga titik awal untuk terus menanamkan nilai-nilai kepedulian dalam kehidupan sehari-hari. Implementasi kepedulian ini dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, seperti memberikan santunan kepada anak yatim, berbagi makanan dengan tetangga dan komunitas sekitar, serta menjalin silaturahmi dengan mereka yang kesepian atau tidak memiliki keluarga untuk merayakan Idul Fitri.

Baca juga : Prabowo Unggah Video Selamat Idul Fitri Ditemani Titiek dan Didiet

“Semangat berbagi harus terus berlanjut, bukan hanya saat Ramadan atau Idul Fitri saja. Jika kita bisa menjaga nilai-nilai kepedulian ini sepanjang tahun, maka kita telah mengamalkan ajaran Islam yang sesungguhnya,” pungkas Ustadz Rosit.

Dengan menjadikan Idul Fitri sebagai ajang berbagi dan mempererat solidaritas sosial, umat Islam diharapkan dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis, penuh kasih sayang, dan saling mendukung. Semoga semangat kepedulian ini tidak hanya terasa di hari raya, tetapi terus hidup dalam setiap langkah kehidupan kita.

Wafiroh
Wafiroh
Alumnus Pendidikan Bahasa Arab Tarbiyah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.