Dark/Light Mode

Paramadina Dan SLB Negeri 01 Kolaborasi Cetak Wirausaha Muda Disabilitas

Senin, 26 Mei 2025 10:16 WIB
Workshop Shoecare Inklusif. (Foto: ist)
Workshop Shoecare Inklusif. (Foto: ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sebanyak 15 penyandang disabilitas usia produktif mengikuti Workshop Shoecare Inklusif yang digelar mahasiswa Program Studi Magister Komunikasi Korporat Universitas Paramadina di SLB Negeri 01 Jakarta, Sabtu (24/5/2025).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pelatihan keterampilan merawat dan membersihkan sepatu sebagai upaya menciptakan peluang usaha mandiri dan meningkatkan kemandirian ekonomi.

Workshop tersebut mendapat apresiasi dari aktivis disabilitas sekaligus Staf Khusus Presiden RI bidang sosial periode 2019–2024, Angkie Yudistia. “Saya sangat senang dengan adanya program yang menyasar penyandang disabilitas yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Paramadina. Saya turut menyemangati anak-anak untuk terus mengembangkan kemampuan dan kemandirian mereka melalui keterampilan shoecare yang diajarkan hari ini,” ujar Angkie.

Baca juga : PHE, Petronas Dan SK Earthon Teken Kontrak PSC Wilayah Kerja Binaiya

Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah “Komunikasi Korporat dan Pemberdayaan Sosial” yang diampu oleh Dr. Rini Sudarmanti, di mana mahasiswa ditugaskan merancang program komunikasi yang berdampak sosial. Dengan pendekatan ekonomi inklusif, workshop ini hadir sebagai upaya menjawab tantangan terbatasnya akses pelatihan, rendahnya peluang kerja, serta masih adanya stigma sosial terhadap penyandang disabilitas.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2022, terdapat 22,97 juta penyandang disabilitas di Indonesia, namun hanya 45 persen yang masuk dalam angkatan kerja—angka yang masih jauh di bawah tingkat partisipasi umum sebesar 69 persen. Hal ini menunjukkan urgensi pelatihan vokasional inklusif seperti yang ditegaskan oleh International Labour Organization (ILO) untuk mendorong kesetaraan ekonomi.

Ketua Panitia Workshop, Erik Akmal menyampaikan, harapan agar keterampilan sederhana ini dapat menjadi jalan menuju kemandirian. “Kami ingin mendorong kemandirian ekonomi sekaligus menghapus stigma terhadap penyandang disabilitas melalui keterampilan sederhana namun potensial dalam dunia bisnis,” ujarnya.

Baca juga : Prodi Manajemen Lingkungan UNJ Perkuat Kolaborasi dan Komitmen SDGs

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Kepala SLB Negeri 01 Jakarta, Dedeh Kurniasih. “Kami sangat senang dengan kegiatan ini karena dapat memberikan keterampilan yang praktis dan berguna bagi peserta kami,” tuturnya.

Ketua Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Universitas Paramadina, Dr. Rini Sudarmanti, S.Sos., M.Si., menegaskan pentingnya integrasi nilai-nilai sosial dalam praktik komunikasi korporat. “Melalui kegiatan ini, mahasiswa kami menunjukkan bahwa komunikasi korporat bukan hanya tentang bisnis, melainkan sarana efektif menciptakan dampak sosial nyata bagi masyarakat,” kata Rini.

Workshop diselenggarakan oleh sembilan mahasiswa, dengan Erik Akmal sebagai ketua panitia dan Emmy Kuswandari sebagai wakil ketua. Koordinasi acara dilakukan oleh Felinka Destiara, sementara Anggih Purnama bertugas di bidang administrasi dan Putri Syifa N di lini sponsorship. Iriene Christina menjadi pembawa acara, sedangkan konsumsi dikelola oleh Tantya Legystania. Dokumentasi dan desain kreatif ditangani oleh Mada Iswibawa dan Isyraq Qaweem.

Baca juga : Pelindo Solusi Logistik Berkomitmen Dorong Pemberdayaan Disabilitas

Seluruh peserta memperoleh e-sertifikat serta kesempatan menerima pesanan shoecare langsung di lokasi. Diharapkan, keterampilan baru ini mampu meningkatkan kepercayaan diri dan membuka jalan menuju kemandirian ekonomi yang lebih luas bagi penyandang disabilitas.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.