Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kurban sebagai “Penyembelihan” Pemikiran Egosentris dan Sektarian
Kamis, 12 Juni 2025 22:44 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Hari Raya Idul Adha atau Idul Kurban 2025 memang sudah berlalu. Namun nilai-nilai dan makna yang terkandung dari kurban sangat besar. Salah satunya kurban identik dengan sarana untuk mendekatkan berbagai golongan berbeda sebagai perwujudan rasa kebangsaan yang kuat dan telah terjalin lama di Indonesia.
Pengurus Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) PBNU M Najih Arromadloni menjelaskan, kurban memiliki peranan kuat dalam menjembatani perbedaan keimanan di Indonesia. Tidak hanya umat Islam saja yang memberikan daging kurban, umat non-Muslim ikut memberikan hewan kurban kepada umat Islam untuk disembelih dan dibagikan pada masyarakat sekitar.
Selain itu, ibadah kurban juga dapat dimaknai dengan luas karena esensinya yang memberikan manfaat ekonomi dan sosial pada masyarakat. “Makna kurban ini kan luas, termasuk adalah mengorbankan ego kita. Artinya, ketika kita berhubungan dengan orang-orang yang berbeda, baik secara agama, suku, ataupun afiliasi keagamaan, harus mengorbankan ego masing-masing,” terangnya Gus Najih, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (12/6/2025).
Baca juga : Liburan, Pelatih Tuntut Pemain Persib Tetap Aktif
Gus Najih berpendapat, hanya dengan berhasilnya masing-masing individu dalam masyarakat mengorbankan egonya, kehidupan yang harmoni bisa dicapai. Apabila masih ada anggapan dalam suatu kelompok bahwa mereka lebih superior, baik secara nilai sosial ataupun agama, akan sulit untuk mewujudkan kerukunan sesama anak bangsa. Lebih jauh lagi, hal ini berpotensi menimbulkan konflik hingga kekerasan horizontal.
Terkait relevansi simbolisme kurban terhadap penghayatan Indonesia sebagai sebuah bangsa, Gus Najih menekankan pentingnya pengorbanan masing-masing warga negara sesuai dengan kapasitasnya. Semua anak bangsa harus memperjuangkan kemakmuran dan keamanan secara bergotong royong dengan harapan mengantarkan Indonesia menjadi negara yang maju dan sejahtera.
Dia menilai, terselenggaranya ibadah kurban dengan sangat terbuka dan merata di seluruh wilayah di Indonesia adalah buah dari penetapan Pancasila sebagai ideologi bangsa. Indonesia telah memiliki fondasi konstitusional yang kuat sejak awal pendiriannya, sehingga generasi bangsa saat ini bisa mensyukuri situasi keberagaman yang damai dan menjunjung tinggi aspek tenggang rasa.
Baca juga : KPK Tetapkan 8 Pejabat Kemnaker Tersangka Pemerasan Agen TKA dan Gratifikasi
“Masyarakat Indonesia bisa mensyukuri hadirnya Pancasila sebagai landasan bernegara kita karena kemampuannya untuk menjadi titik temu kemajemukan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, berbagai penyelenggaraan ibadah seperti hari raya kurban ataupun ritual umat lainnya sudah sepantasnya dilindungi dan dijamin sebagai bentuk pengamalan Pancasila,” papar Gus Najih.
Dia berpesan agar masyarakat Indonesia bisa menjadikan berbagai perayaan hari besar sebagai ajang silaturahmi diantara sesama, termasuk hari raya kurban. Dia juga menekankan kembali bahwa hari raya kurban ini jangan hanya dimaknai sebagai penyembelihan hewan saja tapi melupakan maknanya yang begitu dalam.
Berkurban adalah sebuah filosofi bagaimana seorang manusia bisa mempersembahkan apa yang ia cintai sebagai bentuk ketaatan terhadap Tuhannya, sekaligus memberikan maslahat bagi umat manusia.
Baca juga : Bertemu Menag, Menkes Bahas Sosialisasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis di Sekolah
“Apa pun yang kita cintai bisa kita berikan sebagai pengorbanan atau persembahan untuk mewujudkan kemaslahatan bagi masyarakat luas. Bisa jadi kita mengorbankan pikiran, tenaga, bahkan jiwa serta raga bagi bangsa dan negara, sebagai bentuk rasa syukur dan kontribusi untuk bumi pertiwi,” pungkas Gus Najih.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya