Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bicara Di Global Town Hall FPCI
Presiden Komisi UE Tegasin Lagi Tujuan COP26
Sabtu, 20 November 2021 15:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Meski efek buruk perubahan iklim sudah terlihat di mana-mana dan merugikan banyak orang, masih banyak negara besar yang ogah-ogahan berupaya mencegah perubahan iklim.
Untuk itu, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen kembali mengingatkan publik pentingnya mencapai netralitas iklim secara bersama-sama.
"Pertemuan tingkat tinggi COP26 di Glasgow baru saja selesai beberapa waktu lalu. Kita perlu percepat komitmen bersama mencapai pengurangan emisi karbon hingga 45 persen," ujarnya, dalam pidato di even virtual Global Town Hall (GTH) 2021, Sabtu (20/11/2021).
Baca juga : Tiba Di Glasgow, Jokowi Siap Ikuti KTT COP26
Dalam KTT COP26, yang membahas masalah perubahan iklim global awal November kemarin, para pemimpin dunia sepakat mengurangi emisi karbon hingga 45 persen pada 2030.
Sayangnya, langkah konkrit belum terlihat. Von der Leyen mengatakan, dunia masih belum berada di jalur yang tepat untuk membatasi pemanasan global hingga 1,5 derajat Celcius.
"Banyak negara masih kurang berambisi mencapai target tersebut. Selain itu, kesepakatan penghapusan secara bertahap Pembangkit Listrik Tenaga Batubara dipermudah," bebernya.
Baca juga : Presiden Tidak Senang
Menurutnya, negara-negara industri gagal memberikan sumber daya yang cukup untuk membantu negara berkembang dalam masa transisi. Meski Eropa telah memenuhi janji mereka, namun wilayah lainnya tidak.
Von der Leyen mengatakan, kawasan mereka mengumumkan kontribusi baru untuk pendanaan hijau di ASEAN. Fasilitas ini merupakan dana investasi yang mereka dukung untuk beberapa tahun.
"Fasilitas ini telah membiayai beberapa proyek penting di seluruh wilayah, seperti taman surya besar di Kamboja yang menghasilkan energi surya termurah di Asia Tenggara," tuturnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya