Dewan Pers

Dark/Light Mode

Meski Popularitas Turun

Biden Pede Nyapres Lagi

Rabu, 24 Nopember 2021 06:30 WIB
Joe Biden. (Foto: Istimewa).
Joe Biden. (Foto: Istimewa).

RM.id  Rakyat Merdeka - Meskipun popularitasnya terus menurun, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berencana akan mencalonkan diri lagi pada pemilihan presiden 2024.

Keinginan Biden untuk maju lagi sebagai Calon Presiden AS 2024 mendatang disampaikan Juru Bicara Gedung Putih, Jen Psaki, pada Senin (22/11) waktu setempat. Pertanyaan ini muncul seiring dengan semakin menurunnya dukungan publik terhadap kebijakan Biden selama hampir setahun menjabat.

“Dia berniat (maju mencalonkan diri lagi). Itu keinginannya,” ujar Psaki setelah Biden bertolak ke Fort Bragg, North Carolina untuk menghadiri acara Thanksgiving.

Berita Terkait : Menkominfo: Presidensi G20 Perkuat Agenda Transformasi Digital

Trump Unggul Tipis

Jajak pendapat yang digelar lembaga Emerson College menghasilkan sajian menarik terkait peta pilpres 2024. Yakni, jika Biden kembali berhadapan dengan Trump. Hasilnya, Biden diramal akan takluk oleh Trump. Sejak Emerson menggelar jajak pendapat pertama pada September 2021, hingga saat ini, Trump berhasil unggul tipis dari Biden dengan beda 1 poin. Trump didukung 47 persen pemilih terdaftar dan Biden didukung 46 persen pemilih terdaftar.

Untuk diketahui, pendukung Biden telah mengalami penurunan paling banyak di antara pemilih kulit hitam, sejak bulan Februari 2021. Umumnya dari kalangan warga AS kulit hitam, menyatakan tidak mendukung lagi Joe Biden.

Berita Terkait : Ekonomi Pulih, Penerimaan Negara Naik Lagi

Meski unggul jajak pendapat, Trump hingga kini belum mengumumkan pencalonannya.

Sementara itu, kritikus sebelumnya menyebut bahwa usia Biden sebagai penyebab kekhawatiran, dengan beberapa memintanya untuk mengikuti tes kognitif. Dan yang lain secara terbuka menyatakan ada masalah dengan ketajaman mental presiden. Pada pilpres 2024 nanti, usia Biden 82 tahun.

Jajak pendapat Fox News yang dilakukan dari 14 hingga 17 November lalu menunjukkan, 53 persen pemilih terdaftar percaya bahwa usia Biden mengganggu kemampuannya untuk melayani secara efektif sebagai presiden. Sementara 40 persen tidak mengganggu dan 7 persen menjawab tidak tahu.

Berita Terkait : Resmi Tutup Gelaran Peparnas 2021, Presiden Jokowi Apresiasi Papua

Sedangkan, jajak pendapat Politico/Morning Consult yang dilakukan dari 13-15 November lalu, menemukan 48 persen pemilih terdaftar tidak setuju bahwa Biden sehat secara mental, sementara 46 persen percaya bahwa dia sehat. Masih harus dilihat apakah hasil fisik Biden akan memengaruhi pandangan publik tentang kesehatan dan kebugaran mentalnya. Tetapi tak dapat dipungkiri, usianya akan tetap menjadi topik diskusi untuk 2024.

Seorang ilmuwan politik di University of British Columbia di Kanada, Paul Quirk mengatakan, jika Biden mencalonkan diri kembali, maka kemungkinan warga AS akan melihat banyak pesaing untuk nominasi.
 Selanjutnya