Dark/Light Mode

Menlu Le Drian Sambangi Indonesia

Prancis Tolak Hegemoni Di Kawasan Indo-Pasifik

Kamis, 25 November 2021 06:30 WIB
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian (kiri) dan Menlu Retno Marsudi menunjukkan berkas Rencana Aksi (PoA) untuk memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis 2022-2027 yang telah diteken di Jakarta, kemarin. (Foto: Kemlu RI)
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian (kiri) dan Menlu Retno Marsudi menunjukkan berkas Rencana Aksi (PoA) untuk memperdalam kemitraan strategis antara Indonesia dan Prancis 2022-2027 yang telah diteken di Jakarta, kemarin. (Foto: Kemlu RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Prancis menegaskan mendukung keamanan kawasan Indo-Pasifik. Negeri di bawah pimpinan Presiden Emmanuel Macron itu menyatakan siap bekerja sama, baik ekonomi maupun militer dalam merealisasikan dukungan tersebut.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Prancis Jean-Yves Le Drian mengunjungi Indonesia pada 23-24 November 2021. Ini merupakan Kunjungan Le Drian yang pertama ke Asia Tenggara saat pandemi Covid-19. Misi kunjungannya untuk meningkatkan kerja sama keamanan, kemaritiman, sektor kesehatan dan digital.

Le Drian menyampaikan, Prancis ingin menjadi perantara antara negara-negara di wilayah Indo Pasifik dan Eropa ke depannya. Visi Prancis terhadap Indo-Pasifik juga menjadi sorotan oleh Le Drian.

Berita Terkait : AltiusPeople Dan Accurate Indonesia Kolobarasi Digitalisasi UMKM

“Jantung dari komitmen ini adalah visi kami untuk Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka berdasarkan aturan hukum dan menghormati kedaulatan setiap negara, multilateralisme, dan menolak adanya hegemoni,” kata Le Drian, dalam jumpa pers virtual bersama Menlu Retno Marsudi di Gedung Pancasila Kementerian Luar Negeri, Jakarta, kemarin.

La Drian memastikan, Prancis akan hadir di Indo Pasifik, baik dari segi bisnis dan personel militer. Hal itu juga ia tegaskan saat bertemu dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Selasa (23/11).

Dia mengungkapkan, ada dua juta warga Prancis di luar negeri. Prancis juga memiliki zona ekonomi di Samudera Hindia dan Pasifik. Serta, sekitar 7.000 personel militer di kawasan ini. Tahun depan, Prancis akan memegang presidensi Uni Eropa Visi terhadap Indo Pasifik ini akan menjadi salah satu topik utama.

Berita Terkait : Membanggakan, Lagu Indonesia Raya Berkumandang Di Sirkuit Mandalika

“Kawasan Indo-Pasifik akan menjadi prioritas Prancis ketika menjadi presiden Uni Eropa tahun depan,” tegasnya.

Drian mengatakan, bahwa kerja sama strategis adalah salah satu prioritasnya untuk kepresidenan blok Uni Eropa (UE).

Kunjungan Le Drien ke Indonesia dilakukan saat Prancis berupaya meningkatkan hubungannya dengan Asia, menyusul batalnya kesepakatan strategis dengan Australia pada September 2021.

Berita Terkait : Menteri Johnny Dorong Industri Gim Kuasai Pasar

“Inti dari komitmen ini adalah visi kami tentang Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, berdasarkan aturan hukum, dan menghormati kedaulatan setiap negara,” katanya.

Le Drian juga menyampaikan, Prancis setuju untuk melakukan investasi senilai 500 juta euro (767,47 juta dolar AS) dalam proyek transisi energi di negara Asia Tenggara.
 Selanjutnya