Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pertarungan Pemilu Di Filipina Sulit Ditebak

Duterte Batal Nyalon Jadi Anggota Senat

Kamis, 16 Desember 2021 06:30 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara selama peringatan 123 tahun proklamasi upacara kemerdekaan Filipina pada 12 Juni 2021, di Ibukota Provinsi Provinsi Bulacan, Filipina. (Foto: (AP Photo/Aaron Favila).
Presiden Filipina Rodrigo Duterte berbicara selama peringatan 123 tahun proklamasi upacara kemerdekaan Filipina pada 12 Juni 2021, di Ibukota Provinsi Provinsi Bulacan, Filipina. (Foto: (AP Photo/Aaron Favila).

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Rodrigo Duterte melakukan manuver politik baru. Ia mengundurkan diri dari pemilihan calon anggota Senat. Hal ini membuat konstestasi pemilu di Filipina menjadi sulit diprediksi.

Duterte mengajukan surat pengunduran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Filipina, Selasa (14/12), beberapa jam setelah orang kepercayaannya, Senator Christopher “Bong Go” melakukan hal yang sama.

Dalam Konstitusi Filipina, seorang presiden hanya boleh memimpin satu periode. Dengan begitu, berdasarkan konstitusi, Duterte (76), tidak bisa lagi mencalonkan diri menjadi Presiden Filipina. Dia boleh maju lagi dalam pemilu, namun untuk mengisi posisi lain.

Berita Terkait : Sah, Kawasan Condet Kini Ditetapkan Jadi Desa Kreatif

Jika tidak ada aral melintang, pemilu Filipina akan diselenggarakan pada Mei 2022. Awalnya, Duterte berencana maju untuk menduduki posisi wakil presiden, namun berubah mengincar kursi anggota Senat.

Penarikan diri Duterte telah menjadi kejutan terbaru dalampemilu Filipina dan membingungkan para pengamat politik di negeri itu.

Kemunduran Bong Go telah menciptakan ketidakpastian soal siapa yang kemudian berhak mendapat dukungan dari Duterte, yang secara konsisten berada di posisi tertinggi survei sejak dia memenangkan pemilu pada 2016.

Berita Terkait : Libur Nataru Pake Kendaraan Pribadi, Stiker Bakal Jadi Syarat Wajib

“Idenya mungkin kesinambungan.Namun bagaimana bisa ada kesinambungan jika tidak ada kandidat presiden dari pemerintahan saat ini?” kata analis politik Edmund Tayao.

Putri Duterte, Sara Duterte-Carpio, diperkirakan akan menggantikannya. Namun Wali Kota Davao City itu memilih untuk mencalonkan diri sebagai wakilpresiden bersama Ferdinand “Bongbong” Marcos Jr, putra mendiang diktator, Ferdinand Marcos.

Marcos Jr dan Sara Duterte merupakan calon terdepan. Sementara putranya, Sebastian Duterte, akan bersaing dalam pemilihan Wali Kota Davao City.

Berita Terkait : Punggung Terkilir, Ratu Elizabeth II Batal Hadiri Remembrance Sunday

Banyak yang dipertaruhkan Duterte dengan kemundurannya ini. Pasalnya, selama pemerintahannya, ia telah membuat banyak kebijakan yang membuat dirinya memiliki banyak musuh politik.
 Selanjutnya