Dark/Light Mode

Kepercayaan Publik Ke PM Inggris Makin Merosot

Kasus Omicron Tinggi Menteri Brexit Mundur

Senin, 20 Desember 2021 06:30 WIB
Wali Kota Inggris Sadis Khan (berjas) berbincang dengan warganya yang akan menerima vaksin Covid-19
untuk pertama kalinya, Sabtu (18/12). (Foto: BBC Photo via Getty Images).
Wali Kota Inggris Sadis Khan (berjas) berbincang dengan warganya yang akan menerima vaksin Covid-19 untuk pertama kalinya, Sabtu (18/12). (Foto: BBC Photo via Getty Images).

RM.id  Rakyat Merdeka - Melonjaknya kasus Covid-19 varian Omicron memicu krisis politik di Inggris. Menteri Urusan Brexit mengundurkan diri karena kecewa dengan sikap Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson yang dianggap tak tegas menghadapi pandemi.

Lebih dari 65 ribu kasus baru Covid-19 terkonfirmasi di London selama tujuh hari terakhir. Sementara itu, 26.418 kasus baru Covid dilaporkan kota itu terjadi dalam 24 jam terakhir, jumlah tertinggi sejak awal pandemi.

Baca juga : Omicron Lebih Menular Iya, Tapi Nggak Bikin Parah Lho

Namun demikian, PM Johnson hingga kini belum mengeluarkan langkah darurat untuk mengerempenyebaran virus. Wali Kota London Sadiq Khan akhirnya mengambil inisiatif menyatakan kotanya tengahmenghadapi insiden besar. Keputusan ini memaksa warga London kembali mengenakan masker dua lapis di dalam ruangan dan melarang individu yang belum divaksin masuk ke area publik.

“Kami sangat mengkhawatirkan lonjakan kasus Omicron. Jadi kami sekali lagi menyatakan insiden besar karena ancaman Covid-19 ke kota kami,” kata Khan.

Baca juga : Gus Muhaimin: Varian Omicron Jangan Dianggap Enteng

PM Johnson enggan menerapkan aturan ketat di seluruh Inggris karena khawatir akan mendapat penolakan besar dari rakyatnya.

Melihat gaya pemerintahan PM Johnson yang tidak tegas,Menteri Urusan Brexit David Frost mengirimkan surat pengunduran diri, pada Minggu(19/12). Mundurnya Frost kian memojokkan posisi PM Johnson.

Baca juga : Kematian Harian Di Bali Masuk 3 Besar, Kasus Positif Tertinggi Di Jawa Timur

Frost selama ini dikenal sebagai sekutu Johnson. Frost mengirim surat pengunduran dirinya menyusul kabar bahwa dia akan meninggalkan jabatannya pada Januari 2022 nanti.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.