Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tragis, Pilih Kena Covid Ketimbang Divaksin, Penyanyi Ceko Meninggal

Kamis, 20 Januari 2022 06:38 WIB
Penyanyi folk Ceko Hana Horka (Foto: Net)
Penyanyi folk Ceko Hana Horka (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hana Horka (57), penyanyi folk Ceko meninggal dunia setelah sengaja terkena Covid-19.

Horka yang tak divaksin, sempat memposting info telah pulih dari Covid, sebelum menghembuskan napas terakhir dua hari setelahnya.

Putra Horka yang bernama Jan Rek mengungkap, ibunya sengaja tak mengisolasi diri saat ia dan ayahnya positif Covid pada Natal lalu. Karena sang ibu memang ingin sekali  terinfeksi Covid, supaya bisa mengakses tempat tertentu, tanpa sertifikat vaksin.

Berita Terkait : Pemerintah Pertimbangkan Diskresi Karantina Atlet Dari Luar Negeri,

Sementara Rek dan ayahnya, sudah divaksin penuh.

Seperti diketahui, pemerintah Ceko meminta warganya untuk menunjukkan sertifikat vaksin atau surat keterangan telah sembuh dari Covid, sebagai syarat mengakses tempat-tempat publik seperti bioskop, bar, dan kafe.

"Mestinya, dia mengisolasi diri selama seminggu karena kami berdua positif Covid. Tapi, dia justru bersama kami sepanjang waktu," tutur Rek kepada BBC, Rabu (19/1).

Berita Terkait : Enovid, Nose Sanitizer Yang Mampu lumpuhkan 99,9 Persen Virus Corona Dalam Waktu 2 Menit

"Ibu saya memang ingin terinfeksi Covid, supaya aktivitasnya tak terlalu dibatasi. Soalnya, dia tidak divaksin," imbuhnya.

Dua hari sebelum meninggal, Horka menyampaikan info dirinya sedang dalam pemulihan, melalui media sosial. "Sekarang, siap-siap ke teater, sauna, konser," tulisnya.

Minggu (16/1) pagi, Horka merasa kondisinya lebih fit. Dia pun berpakaian rapi, untuk berjalan-jalan. Namun, tiba-tiba punggungnya terasa sakit. Horka pun batal berangkat. Dia rebahan di kamarnya.

Berita Terkait : Ketua Dewan Pertimbangan NasDem Jabar Rajiv Minta Kadernya Kedepankan Politik Santun

"Dalam waktu sekitar 10 menit, semuanya selesai. Dia tersedak sampai mati," ujar Rek.

Meski tidak divaksin, Rek memastikan ibunya bukan tipikal orang yang percaya pada beberapa teori konspirasi yang lebih aneh, tentang vaksin Covid.

"Ibu saya lebih sependapat dengan gagasan tertular Covid untuk mendapatkan kekebalan, ketimbang divaksin. Bukannya percaya bahwa vaksin mengandung microchip dan sebagainya," beber Rex.
 Selanjutnya