Dark/Light Mode

Ogah Tes PCR Rusia, Emmanuel Macron Bertemu Putin Jaga Jarak 4 Meter

Jumat, 11 Februari 2022 18:21 WIB
Emmanuel Macron (kanan) dan Vladimir Putin berdiskusi di meja sepanjang 4 meter, di Moskow, Rusia, Senin, 7 Februari 2022). (Foto Sputnik/Kremlin via Reuters)
Emmanuel Macron (kanan) dan Vladimir Putin berdiskusi di meja sepanjang 4 meter, di Moskow, Rusia, Senin, 7 Februari 2022). (Foto Sputnik/Kremlin via Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prancis Emmanuel Macron menolak permintaan Kremlin (Kantor Presiden Rusia) agar dia menjalani tes Covid-10 ketika berada di Rusia. Padahal kedatangannya ke Moskow bertemu Presiden Vladimir Putin pekan ini.

Dilansir BBC, Kamis (11/2), Kantor Kepresidenan Macron secara tegas menolak permintaan protokol kesehatan (prokes) Rusia. Sebab dinilai tidak kompatibel jika merujuk pada lamanya waktu yang diperlukan untuk menunggu hasilnya.

Karena itu, diputuskanlah bahwa para pemimpin itu kemudian mengadakan pertemuan jarak jauh. Mereka tidak berjabat tangan dan duduk dibatasi meja sepanjang empat meter di antara mereka.

Baca juga : Presiden Prancis Emmanuel Macron Girang Indonesia Pesan 42 Jet Rafale

Aksi keduanya itu sempat membuat para pengamat bertanya-tanya apakah ini cara Putin mengirim pesan diplomatik. Tetapi sumber diplomatik Prancis mengatakan kepada Reuters, Macron sebelumnya telah diberi pilihan. Melakukan tes PCR Rusia untuk lebih dekat dengan Putin atau mematuhi aturan jarak sosial yang ketat.

Sebelumnya, berkembang berita dari sumber yang ikut rombongan Prancis, bahwa pemberitaan bahwa Macron menolak tes PCR karena khawatir, Rusia akan mengambil DNA-nya.

"Kami tahu betul bahwa itu berarti tidak ada jabat tangan dan meja panjang itu. Tetapi kami tidak dapat menerima bahwa mereka mendapatkan DNA presiden," salah satu sumber mengatakan kepada Reuters. 

Baca juga : Cegah Penyebaran Omicron, Atlet Pelatnas PBSI Jalani Vaksinasi Booster

Sumber tersebut  merujuk pada masalah keamanan jika pemimpin Prancis itu dites dokter Rusia. Namun, sumber itu tidak merinci bagaimana Dinas Intelijen Rusia dapat mengeksploitasi DNA Macron.  

Kremlin, kemudian mengkonfirmasi bahwa Putin jauh-jauhan karena Macron menolak untuk mengikuti tes Rusia. Menurut juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, Rusia memahami posisi Prancis dan itu tidak mempengaruhi pembicaraan.

Macron telah melakukan tes PCR sebelum meninggalkan Prancis. Sumber diplomatik Prancis lainnya menambahkan, selanjutnya, dokter Macron juga melakukan tes antigen begitu mereka berada di Moskow.

Baca juga : Usai Tes PCR, Riko Simanjuntak Langsung Dikarantina

"Rusia memberi tahu kami bahwa Putin perlu dijaga dalam gelembung kesehatan yang ketat," kata sumber kedua kepada Reuters.

Pada Kamis (10/2), tiga hari setelah pertemuan dengan Macron, Putin menjamu Presiden Kazakhstan, Kassym-Jomart Tokayev. Pasangan itu berjabat tangan. Mereka duduk berdekatan hanya dibatasi meja kopi. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.