Dark/Light Mode

Covid Ngamuk, AS Imbau Warganya Tak Ke RI

Kemenparekraf: Enggak Ngaruh!

Rabu, 16 Februari 2022 08:10 WIB
Ilustrasi. Turis mengenakan masker di bandara kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, 24 November 2020. (Foto: REUTERS/KEVIN MOHATT)
Ilustrasi. Turis mengenakan masker di bandara kota Denver, Negara Bagian Colorado, Amerika Serikat, 24 November 2020. (Foto: REUTERS/KEVIN MOHATT)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengimbau warganya tidak mengunjungi Indonesia sementara waktu karena ancaman Covid-19. Untungnya, anjuran itu diyakini tak akan berdampak pada jumlah wisatawan asing ke tanah air.

Kementerian Luar Negeri AS pada Senin (14/2), telah menaikkan peringkat travel advisory untuk Indonesia, Korea Selatan, dan Azerbaijan ke level 4. Ini berarti imbauan untuk tak bepergian ke 4 negara tersebut.

Sementara Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) pada hari yang sama mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk tidak bepergian ke enam negara dan wilayah. Termasuk Korea Selatan, Belarus, dan Azerbaijan karena ancaman penularan Covid-19.

Baca juga : Gibran: Utang Juga Nambah

CDC juga menambahkan Komoro, Polinesia Prancis, serta Saint Pierre and Miquelon ke dalam daftar risiko “Level Empat:Sangat Tinggi”.

Dikutip dari Reuters, Selasa (15/2), secara keseluruhan, CDC sudah memasukkan 140 negara dan wilayah pada tingkat peringatan tertinggi akan Covid-19. Termasuk terhadap Kanada, seluruh Eropa, dan hampir seluruh Amerika Latin

CDC mencantumkan 50 negaradan wilayah sebagai “Level Tiga: Tinggi”, yang melarang perjalanan tidak penting perlu dihindari warga AS yang belum divaksin.

Baca juga : Diduga, Ribuan Orang Pernah Masuk Ke Kerangkeng Bupati Langkat

Hanya 11 tujuan, termasuk China, Selandia, Baru, Pakistan, Taiwan, dan Hong Kong yang masuk dalam kategori “Level 1: Rendah” atau “Level 2: Sedang”.

CDC mencantumkan sebanyak 40 tujuan lain sebagai daerah-daerah yang kondisinya tidak diketahui. Karena itu disarankan, warga AS untuk tidak berkunjung ke sana, kecuali kalau sudah divaksinasi Covid-19.

Beberapa pejabat industri perjalanan mengatakan, mereka meyakini bahwa rekomendasi perjalanan yang dikeluarkan CDC adalah salah satu faktor yang menjadikan permintaan perjalanan udara tertekan.

Baca juga : Covid-19 Naik, Jokowi Minta Jajarannya Pakai Pendekatan Berbeda

Sebelumnya pada bulan ini, maskapai besar, bisnis, dan perusahaan layanan perjalanan di AS mendesak Gedung Putih untuk mencabut kewajiban tes Covid-19 sebelum berangkat ke AS bagi para penumpang internasional yang telah divaksin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.