Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ukraina-Rusia Masih Panas, Jokowi: Tak Boleh Ada Perang, Kita Harus Sinergi

Senin, 21 Februari 2022 14:50 WIB
Presiden Jokowi (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Isu mengenai serangan militer Rusia ke Ukraina masih berhembus dari Negara Barat. Presiden Jokowi pun ikut angkat suara. Jokowi meminta semua pihak menahan diri demi mencegah terjadinya perang.

Dalam akun Twitter-nya, @jokowi, Senin (21/2), mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyampaikan harapan agar perang tidak terjadi. "Rivalitas dan ketegangan di Ukraina harus dihentikan sesegera mungkin. Semua pihak yang terlibat harus menahan diri dan kita semua harus berkontribusi pada perdamaian. Perang tidak boleh terjadi," tulis Jokowi.

Berita Terkait : Siang Ini, Jokowi Lantik Kepala Badan Pangan Nasional

Jokowi justru mengajak semua pihak untuk bekerja sama. Dia membeberkan sejumlah masalah yang harus dihadapi saat ini.

"Saatnya dunia bersinergi dan berkolaborasi menghadapi pandemi. Saatnya kita memulihkan ekonomi dunia, mengantisipasi kelangkaan pangan, dan mencegah kelaparan," lanjutnya.

Berita Terkait : Rusia-Ukraina Panas Lagi, Awal Pekan Rupiah Lemas

Sebelumnya, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Moskow, Rusia, mengingatkan warga AS akan potensi serangan di tempat-tempat umum di Rusia, termasuk di sepanjang perbatasan dengan Ukraina, di mana Rusia telah menempatkan pasukannya.

"Menurut sumber media, ada ancaman serangan terhadap pusat perbelanjaan, stasiun kereta api dan metro, dan tempat-tempat berkumpul umum lainnya di daerah-daerah perkotaan besar," kata Kedutaan Amerika Serikat dalam pernyataannya seperti diberitakan kantor berita AFP, Senin (21/2).

Berita Terkait : Jokowi: Tetap Tenang, Jaga Prokes, Kurangi Aktivitas Yang Tak Perlu

Kedutaan AS mengingatkan warganya di Rusia untuk menghindari keramaian dan memiliki rencana evakuasi yang tidak bergantung pada bantuan Pemerintah AS. Selama berminggu-minggu, negara-negara Barat telah memperingatkan bahwa Moskow dapat meluncurkan serangan terhadap Ukraina sewaktu-waktu.

Kekhawatiran akan potensi invasi Rusia ke Ukraina meningkat setelah citra satelit terbaru menunjukkan sejumlah pengerahan baru tentara dan peralatan lapis baja dari garnisun-garnisun Rusia ke dekat perbatasan Ukraina. Pengerahan ini disebut mengindikasikan kesiapan militer Rusia yang meningkat. [DAY]