Dewan Pers

Dark/Light Mode

Edy Mulyadi Hina Kalimantan

Mardani Maming: Beda Pendapat Harus Santun

Minggu, 23 Januari 2022 20:43 WIB
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming. (Foto: Istimewa)
Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nama Edy Mulyadi kembali menjadi sorotan usai videonya yang diduga menghina Kalimantan viral di media sosial. Dalam video yang diunggah di kanal Youtube miliknya pada Selasa (18/1), dia bersama sejumlah pihak lainnya menyatakan penolakan terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Kalimantan.

Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H. Maming yang juga orang Kalimantan angkat bicara. Ia mengingatkan, perdebatan dan perbedaan pendapat harus dengan cara yang santun dan logis berdasarkan data dan analisa.

"Saya sebagai orang Kalimantan sangat tersinggung. Saya rasa perdebatan perbedaan pendapat boleh tapi dengan cara-cara yang santun dan logis berdasarkan data dan analisa," kata Maming di Jakarta, Minggu (23/1).

Berita Terkait : Lewat Program IP400, Kementan Pede Naikkan Produksi Padi Dan Pendapatan Petani

Untuk membangun sebuah daerah, kata Maming perlu sebuah afirmasi kebijakan juga yang dilakukan atau dicontohkan oleh Bapak Presiden Jokowi. Menurutnya, pemindahan IKN tidak hanya soal bangunan fisik, tetapi menjadi wujud keseriusan Indonesia dalam mendorong keramahan lingkungan energi hijau menjadi yang utama.

"Ini justru harus kita dukung," tambah Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) ini.

Maming mendukung pemindahan ibu kota ke Kalimantan. Jika ada pihak yang menolak, mestinya jangan sampai menghina atau menyatakan statment bernuansa rasisme.

Berita Terkait : Peradi Sayangkan Minimnya Peran Advokat Dalam Pemerintahan

"Hati-hati dalam menyampaikan pendapat, saya bangga lahir di Kalimantan yang menjadi bagian NKRI dan mendukung kebijakan Pak Jokowi sebagai pemerataan pembangunan," ujar Maming dalam akun Instagramnya @mardani_maming yang kolom komentar mendapat dukungan ribuan netizen. Bahkan Presiden PKS Ahmad Syaikhu juga turut berkomentar.

Diketahui, Edy Mulyadi mempertanyakan, siapa pihak mana yang ingin membangun perumahan di ibu kota baru. Ia kemudian menyebutkan sejumlah nama perusahaan properti yang terkenal di Indonesia.

Edy Mulyadi mempertanyakan perusahaan mana yang ingin membangun dan memasarkan hunian yang mereka buat di Kalimantan. Dalam pernyataan tersebut, terdengar Edy Mulyadi menghina Kalimantan sebagai tempat yang berbau mistis. "Pasarnya siapa? Kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo, ngapain gue bangun di sana?" ucapnya.

Berita Terkait : Meningkatkan Kualitas Investasi Pada Pendekatan Yurisdiksi

Setelah itu, Edy Mulyadi juga menanyakan kepada pria di sebelahnya yang tinggal di Gunung Sahari, Jakarta Pusat, apakah berminat pindah ke Kalimantan.

"Nggak ada. Nih, sampean tinggal di mana? Di mana Jakartanya? Mana mau dia tinggal di Gunung Sahari pindah ke Kalimantan, Penajam sana, untuk beli rumah di sana? Gua mau jadi warga ibu kota baru? Mana mau," tuturnya. [UMM]