Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Warga China menunjukkan rasa frustrasi atas upaya negara menangani pandemi Covid-19. Itu terlihat di media sosial, yang menunjukkan aksi protes sejumlah warga yang menolak tes massal Covid di Kota Shenyang, timur laut China.
Warga menuntut agar berbagai kebijakan pembatasan, terutama karantina dihapuskan. “Ini sebenarnya sudah berakhir,” kata seorang warganet di WeChat dilansir Reuters, Selasa (22/3).
Baca juga : 96 Persen Warga DKI Ngebet Angkutan Umum Terintegrasi
Warga lainnya menyebut, bahwa flu musiman sebenarnya lebih berbahaya. “Badan pengujian ingin ini terus berlanjut. Perusahaan vaksin ingin menyuntik selamanya,” celetuk warga lain.
Sebuah video tentang sekelompok warga kota Shenyang, memecahkan jendela pasar pakaian sambil berteriak menentang kewajiban tes Covid-19 ulang, viral di media sosial pekan lalu.
Baca juga : Korset Kesehatan, Solusi Diet Sehat Masa Kini
Komentar tersebut menggambarkan rasa frustasi yang berkembang di China. Karena pihak berwenang setempat menggunakan segala cara untuk menekan penyebaran Covid-19.
Masyarakat juga meragukan kebijakan “nol Covid” masih berfungsi di tengah penyebaran varian Omicron yang lebih menular.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya