Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Antisipasi Ancaman China-Rusia, Australia Gelontorkan Rp 37 T Demi Beli Rudal
Rabu, 6 April 2022 08:29 WIB
Sebelumnya
Namun berdasarkan pakta itu, China bisa saja mengirim personel militer ke negara pulau di Pasifik Selatan, untuk membantu menjaga ketertiban serta alasan lain. Negeri Tirai Bambu itu juga bisa mengirim kapal perang ke Kepulauan Solomon, untuk transit dan mengisi kembali persediaan.
Menyikapi kesepakatan itu, dari Washington DC, Komandan Armada Pasifik AS Samuel Paparo mengatakan, Pakta Solomon China sangat mengkhawatirkannya.
Baca juga : Kontribusi Pembangunan Indonesia, BRI Setor Rp 14 Triliun Dividen Kepada Kas Negara
“Ini akan jadi perhatian semua mitra kami di seluruh Pasifik barat, terutama Australia dan Selandia Baru,” katanya.
Sementara peneliti di Woodrow Wilson Center di Washington, AS, yang juga profesor politik di University of Canterbury, Selandia Baru, Anne-Marie Brady mengatakan, kekuatan musuh yang mengendalikan Kepulauan Solomon akan berdampak langsung pada jalur laut yang menghubungkan negara-negara Pasifik Selatan.
Baca juga : Tingkatkan Perikanan Riau, KKP Gelontorkan 37,53 Miliar
Menurutnya, tidak ada pembenaran bagi China untuk membangun pangkalan militer di Kepulauan Solomon. Menurut Brady, langkah itu untuk memutuskan Australia dan Selandia Baru dari dukungan militer AS. “Ini ancaman langsung dan jangka panjang,” pungkasnya. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya