Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dianggap Pegang Kendali Aset, Dua Anak Putin Kini Dibidik Amerika

Kamis, 7 April 2022 09:00 WIB
Maria Vladimirovna Vorontsova (kiri) dan Katerina Vladimirovna Tikhonova, dua anak Presiden Rusia Vladimir Putin yang kini masuk daftar sanksi baru Amerika Serikat. (Foto: Net)
Maria Vladimirovna Vorontsova (kiri) dan Katerina Vladimirovna Tikhonova, dua anak Presiden Rusia Vladimir Putin yang kini masuk daftar sanksi baru Amerika Serikat. (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi terhadap lingkaran terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin. Tak terkecuali, anak-anak Putin yang telah dewasa: Katerina Vladimirovna Tikhonova dan Maria Vladimirova Vorontsova.

Tikhonova dan Vorontsova kena bidik, karena keduanya dianggap dapat memegang kendali atas aset ayah mereka.

Tikhonova dikenal sebagai seorang eksekutif teknologi yang mendukung pemerintah Rusia (GoR) dan industri pertahanan. Adiknya, Vorontsova, memimpin program yang didanai negara.

Program itu ditengarai telah menerima miliaran dolar AS dari Kremlin untuk penelitian genetika, dan secara pribadi diawasi oleh Putin.

Keluarga Menteri Luar Negri Sergei Lavrov dan sejumlah bank utama, juga masuk daftar bidikan sanksi AS.

"Kami memiliki alasan untuk meyakini, bahwa Putin dan para kroninya, serta para oligarki, menyembunyikan aset melalui anggota keluarga. Mereka menempatkannya di sistem keuangan AS, dan banyak bagian dunia lainnya. Itulah mengapa kami menyasar mereka," kata pejabat senior pemerintahan AS, seperti dikutip BBC, Rabu (6/4

Berita Terkait : Luhut Disuntik Vaksin Cak Imin Urusin Reog

Mayat di Bucha

Sanksi untuk inner circle Putin ini diterapkan, menyusul fakta baru kekejaman pasukan Rusia di Ukraina. Termasuk, yang terkait dengan foto-foto mayat warga sipil yang bergelimpangan di jalan-jalan Bucha, dekat Ibu Kota Kiev.

Tanpa bukti, Rusia menyebut foto-foto itu bikinan pejabat Kiev.

Meski citra satelit menunjukkan, warga sipil tersebut tewas ketika Rusia menguasai Bucha, pada Rabu (6/4), Putin menyebut peristiwa itu sebagai provokasi kasar dan sinis oleh rezim Kiev. Sementara Presiden AS Joe Biden, menilainya sebagai sebuah kejahatan besar.

"Negara-negara yang bertanggung jawab harus bersatu meminta pertanggungjawaban pelaku kejahatan tersebut," tegas Biden, Rabu (6/4).

Bentuk Sanksi

Berita Terkait : Kesetiaan Kante Diuji

Sanksi yang dijatuhkan pemerintah AS kepada anggota keluarga Putin dan kroninya mencakup empat hal.

Pertama, dilarang menanamkan investasi baru di Rusia. Kedua, menjatuhkan sanksi keuangan berat kepada bank swasta terbesar Rusia Alfabank, dan lembaga keuangan terbesar Sberbank.

Ketiga, menjatuhkan sanksi terhadap sejumlah BUMN utama Rusia. Keempat, menjatuhkan sanksi terhadap pejabat pemerintah Rusia dan anggota keluarganya.

Sementara pemerintah Inggris telah mengumumkan sanksi baru terhadap delapan oligarki dan sejumlah bank terbesar Rusia. Termasuk, Sberbank dan Credit Bank of Moscow.

Uni Eropa juga mulai mengkritisi pemangkasan impor batu bara Rusia, karena khawatir kejahatan perang meningkat.

Tak Semengerikan Kerugian Finansial

Berita Terkait : Kementan Janji Kendalikan Stok Pangan Di 34 Provinsi

Sebelum sanksi baru diumumkan Washington, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menegaskan, pihaknya tak dapat menoleransi berbagai bentuk keraguan.

Di depan parlemen Irlandia, Zelensky mengatakan, dunia masih perlu meyakinkan orang-orang Eropa yang percaya, kejahatan perang tak semengerikan kerugian finansial.

"Minyak Rusia tak dapat memberi makan mesin militer Rusia," ujarnya, Rabu (6/1).

Pernyataan ini diperkuat oleh Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba, melalui akun Twitternya. "Embargo gas dan minyak sangat diperlukan untuk melumpuhkan kemampuan Rusia membiayai perang," cuit Kuleba.

Terpisah, Kepala Diplomat Uni Eropa Josep Borrell memaparkan, setiap satu miliar ruro (Rp 15,67 triliun) yang dihabiskan untuk belanja harian energi Rusia, dikonversikan ke dalam perspektif tajam miliaran euro untuk bantuan militer kepada Ukraina, sejak awal invasi Rusia 24 Februari lalu.
 Selanjutnya