Dewan Pers

Dark/Light Mode

Belum Kelar Covid Dan Hepatitis Misterius, Inggris Laporkan Virus Cacar Monyet Langka

Rabu, 11 Mei 2022 17:37 WIB
Ilustrasi cacar monyet langka atau chickenpox (Foto: Net)
Ilustrasi cacar monyet langka atau chickenpox (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum kelar kasus Covid dan hepatitis akut misterius, Inggris melaporkan temuan kasus cacar monyet langka (monkeypox). 

Lewat situs resminya pada 7 Mei, Badan Keamanan Kesehatan Inggris (UKHSA) mengkonfirmasi satu kasus cacar monyet (monkeypox) pada orang yang baru saja melakukan perjalanan dari Nigeria.

Monkeypox adalah infeksi virus langka yang tidak mudah menyebar antar manusia. Ini tergolong penyakit ringan yang bisa sembuh sendiri.

Mayoritas orang sembuh dalam beberapa minggu. Meski tak menutup kemungkinan, sejumlah individu bisa saja mengalami penyakit parah, bila terjangkit penyakit ini. 

UKHSA menyebut, infeksi dapat menyebar ketika seseorang berstatus kontak erat dengan orang lain yang terinfeksi. Namun, risiko penularannya ke populasi umum, terbilang rendah.

Berita Terkait : Cegah Hepatitis, RI, Amerika & Inggris Kompak Lakukan Penelitian

Saat ini, pasien cacar monyet itu dirawat di ruang khusus penyakit menular di Guy's and St Thomas' NHS Foundation Trust, London.

Untuk mencegah meluasnya penyakit tersebut, para ahli UKHSA bekerja sama dengan NHS melakukan contact tracing dengan orang-orang yang mungkin telah melakukan kontak dekat dengan individu tersebut.

Termasuk, menghubungi sejumlah penumpang yang berada dalam penerbangan yang sama ke Inggris.

Orang tanpa gejala, tidak dianggap menular. Namun, sebagai langkah pencegahan, pemerintah Inggris menghubungi setiap kontak erat untuk berjaga-jaga. Terutama, bila kondisi mereka tidak sehat.

Terkait hal ini, Director of Clinical and Emerging Infections, UKHSA  Dr. Colin Brown mengatakan, penting untuk memberi tahu masyarakat, bahwa cacar monyet tidak mudah menyebar.

Berita Terkait : Cegah Hepatitis Akut, Menkes Minta Masyarakat Rajin Cuci Tangan

Risiko keseluruhan untuk masyarakat umum, terbilang sangat rendah.

"Bersama NHS England dan NHS Improvement (NHSEI), kami menghubungi setiap individu yang pernah menjadi kontak erat dengan kasus konfirmasi. Ini penting untuk menilai kondisi mereka, dan memberikan saran," jelas Dr. Brown.

UKHSA dan NHS memiliki prosedur pengendalian infeksi yang mapan dan kuat, untuk menangani kasus penyakit menular impor. Seluruh protokol itu akan diikuti secara ketat.

Sementara Director NHSE High Consequence Infection Diseases (airborne) Network and Consultant in Infectious Diseases at Guy's and St Thomas', Dr. Nicholas Price menuturkan, penanganan pasien cacar monyet ini adalah contoh yang baik tentang cara kerja jaringan nasional dalam mengatasi penyakit menular, yang mungkin saja memiliki konsekuensi tinggi.

"UKHSA bekerja sama secara erat dalam menanggapi kasus-kasus sporadis ini, dengan cepat dan efektif," ucap Dr. Price.

Berita Terkait : Kemenag Kebut Persiapan Haji 2022, Ini Layanan Yang Akan Diterima Calon Jemaah

Gejala awal cacar monyet meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, sakit punggung, pembengkakan kelenjar getah bening, kedinginan, dan kelelahan. 

Ruam yang umumnya muncul pertama kali pada bagian wajah, dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ruam tersebut kemudian berubah, dan melewati tahap yang berbeda. Sebelum akhirnya membentuk koreng, yang kemudian rontok. [HES]