Dark/Light Mode

Diyakini Tak Aktif, 5 Grup Mau Dicabut Dari Daftar Teroris AS

Senin, 16 Mei 2022 21:57 WIB
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken.(Foto AFP/ Carolyn Kaster)
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken.(Foto AFP/ Carolyn Kaster)

 Sebelumnya 
Tinjauan tersebut mempertimbangkan: 

1. Apakah kelompok yang dimaksud masih aktif

2. Apakah mereka melakukan tindakan teroris dalam lima tahun sebelumnya

3. Apakah penghapusan dari daftar akan menjadi kepentingan keamanan nasional AS.

Baca juga : Puncak Arus Mudik, Tiket KA Jarak Jauh Dari Jakarta Terjual 100 Persen

Berdasarkan UU yang membuat daftar tersebut, Menlu AS dapat menghapus grup yang dianggapnya tidak lagi sesuai dengan kriteria.

Penghapus kelompok-kelompok tersebut dari daftar memiliki efek langsung berupa pencabutan berbagai sanksi. Termasuk pencabutan pembekuan aset dan larangan perjalanan, serta larangan bagi warga Amerika manapun yang memberikan dukungan materi kepada kelompok atau anggotanya.

Di masa lalu, penyediaan dukungan materi telah didefinisikan secara luas untuk mencakup bantuan uang atau barang, dalam beberapa kasus bahkan perawatan medis.

Empat dari lima kelompok pertama kali ditetapkan sebagai organisasi teroris asing pada 1997 dan tetap dalam daftar selama 25 tahun terakhir.

Baca juga : Palsukan Tanda Tangan JK, Arief Rosyid Hasan Dipecat Dari DMI

Kelompok yang akan dihapus adalah

1. Aum Shinrikyo yang adalah sekte 'Kebenaran Tertinggi'Jepang.

Mereka melakukan serangan gas sarin mematikan di kereta bawah tanah Tokyo pada 1995 dan menewaskan 13 orang.

2. Basque Fatherland and Liberty, yang menjalankan kampanye separatis pengeboman dan pembunuhan di Spanyol utara dan di tempat lain selama beberapa dekade yang menewaskan lebih dari 800 orang dan melukai ribuan lainnya.

Baca juga : Chika Kinsky, Mau Nikahi Yumi Di AS

3. Kahane Chai, atau Kach, kelompok radikal Yahudi Ortodoks didirikan oleh Rabi ultranasionalis Israel, Meir Kahane pada 1971.

4. Dewan Syura Mujahidin di Lingkungan Yerusalem, payung dari beberapa organisasi jihad yang berbasis di Gaza yang telah mengklaim bertanggung jawab atas berbagai serangan roket dan lainnya terhadap Israel sejak didirikan pada 2012.

5. Gama'a al-Islamiyya, atau Islamic Group–IG, sebuah gerakan Islam Sunni Mesir yang berjuang untuk menggulingkan Pemerintah Mesir selama 1990-an. Kelompok ini melakukan ratusan serangan mematikan terhadap polisi dan pasukan keamanan serta wisatawan.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.