Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Pertama Di Timur Tengah, Israel Umumkan Kasus Cacar Monyet
Minggu, 22 Mei 2022 18:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Otoritas Israel mengumumkan kasus cacar monyet (monkeypox) pertama di negaranya, yang melibatkan seorang pelancong pria dari luar negeri.
Pria tersebut kini dirawat di sebuah rumah sakit di Tel Aviv. Kondisinya baik.
"Siapa pun yang kembali dari luar negeri dengan keluhan demam dan lesi, harap segera menemui dokter," demikian imbau Kementerian Kesehatan Israel, seperti dikutip Associated Press, Minggu (22/5).
Baca juga : Mantan Direktur WHO Berbagi Kisah Penanganan Cacar Monyet Di New York
Terkait hal tersebut, Kepala Layanan Kesehatan Masyarakat Kemenkes Israel Sharon Alroy-Preis mengatakan kepada Radio Tentara Israel, saat ini tim medis sedang menyelidiki kasus dugaan cacar monyet lainnya.
Kasus cacar monyet di Israel, adalah yang pertama teridentifikasi di Timur Tengah.
Sampai saat ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengidentifikasi sekitar 80 kasus secara global, dan sekitar 50 kasus probable.
Baca juga : Kemenkes Singapura Umumkan 3 Kasus Komunitas BA.4 Dan BA.5
Penyakit cacar sebelumnya hanya terlihat di antara orang-orang yang memiliki kaitan dengan wilayah tengah dan barat Afrika.
Tapi belakangan ini, negara-negara Eropa seperti Inggris, Spanyol, Portugal, Italia, Swedia, Kanada, Prancis, Jerman, dan Belgia melaporkan kasus cacar monyet. Begitu juga Amerika Serikat dan Australia.
Sebagian kasus bahkan dialami kelompok pria muda, yang tak pernah menginjakkan kakinya di Afrika.
Baca juga : Perbankan Diingatkan Untuk Selektif Salurkan Kredit Ke Perusahaan Batu Bara
Virus cacar monyet berasal dari kelompok hewan primata dan hewan liar lainnya. Mayoritas pasien mengeluhkan gejala demam, nyeri tubuh, kedinginan, dan kelelahan.
Mereka yang gejalanya lebih berat, dapat mengalami ruam dan lesi wajah, tangan, dan bagian tubuh lainnya. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya