Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Mantan Direktur WHO Berbagi Kisah Penanganan Cacar Monyet Di New York
Sabtu, 21 Mei 2022 07:28 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Mantan Direktur WHO Prof. Tjandra Yoga Aditama berbagi kisah penanganan penyakit cacar monyet (monkeypox) di New York, Amerika Serikat.
Kebetulan, dia sedang berada di New York, untuk menghadiri wisuda putrinya di Columbia University.
"Saat ini, sedang cukup banyak dibicarakan, bahwa Dinas Kesehatan New York menginvestigasi kemungkinan kasus cacar monyet, penyakit yang beberapa hari sebelumnya dilaporkan menjadi klaster kasus di Eropa. Seperti Inggris, Portugal, Swedia dan Spanyol," kata Prof. Tjandra dalam keterangannya, Sabtu (21/5).
Baca juga : Toyota Luncurkan Fasilitas Pengembangan Dan Pembelajaran Mobil Listrik
Pasien cacar monyet pertama di New York, kini dirawat di Bellevue Hospital, yang terletak di sekitar 1st Avenue.
"Sampel pasien dikirim ke Laboratorium Kesehatan Masyarakat Kota untuk tes awal. Kalau positif, akan dikirim ke Laboratorium Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) untuk memastikan, apakah betul sampel itu terkonfirmasi penyakit cacar monyet," jelas Direktur Pasca Sarjana Universitas YARSI/Guru Besar FKUI ini.
Menurutnya, ini adalah salah satu bentuk sistem rujukan berjenjang, yang baik juga diterapkan di negara kita.
Baca juga : Beringin Lancarkan Serangan Darat Dan Udara Di Jawa Barat
Prof. Tjandra menyebut, sekitar 20 tahun lalu, Amerika Serikat pernah mengalami outbreak cacar monyet, yang waktu itu menularkan sampai 47 kasus.
Diduga, kasus tersebut berhubungan dengan importasi tupai dan atau hewan pengerat lain dari Ghana, yang kemudian menulari hewan setempat.
Sementara dugaan kasus di New York kali ini, terjadi sehari setelah satu kasus terkonfirmasi di Massachusetts, yang melibatkan seorang pelancong dari Kanada.
Baca juga : Pelaporan Hepatitis Akut Dibuat Segesit Covid-19
Otoritas Kesehatan di Montreal Kanada saat ini sedang menyelidiki lebih dari 15 suspek kasus cacar monyet, di sekitar Montreal.
"Kita tahu, dugaan kasus cacar monyet juga sudah ada Australia. Artinya, kita di Indonesia, perlu memahami penyakit ini. Serta melakukan pengendalian cacar monyet, bila diperlukan," tandas Prof. Tjandra. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya