Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Korban Lion Air dan Ethiopian Airlines Ngeluh Soal Donasi
Boeing Nyebelin
Minggu, 7 Juli 2019 06:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Sungguh malang nasib keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 dan Ethiopian Airlines 302. Mereka dipersulit cairin dana donasi dari Boeing. Donasi baru bisa cair kalau mereka tak menuntut Boeing dan kedua maskapai itu. Boeing nyebelin banget deh.
Sekadar mengingatkan, pada Oktober 2018, penerbangan Lion Air JT 610 tujuan Pangkal Pinang jatuh sekitar 12 menit setelah lepas landas dan menewaskan seluruh 189 penumpangnya. Sementara pada Maret tahun ini, penerbangan Ethiopian Airlines ET 302 juga jatuh sekitar 6 menit setelah lepas landas dan menewaskan 157 orang. Kedua pesawat itu menggunakan pesawat buatan Boeing, 737 Max.
Neuis Marpuah, ibu kandung salah satu keluarga korban Lion Air, Vivian Hasanah Afifa (23), menyatakan hingga kini belum mendapatkan uang kompensasi. Ia, mengakui, keluarga tak ingin menerima kompensasi jika syaratnya harus menandatangani release and discharge (R&D). Dalam R&D itu, persyaratan untuk memperoleh kompensasi tidak boleh ada gugatan kepada Lion Air, Boeing, dan 1.000 entitas bisnis terkait lainnya.
Dari kejadian hingga saat ini, tak ada itikad baik dari pihak Lion Air kepada keluarga korban. “Dari Lion Air datar-datar saja, enggak ada apa-apa. Jadi kalau mau mengambil uang Rp 1,3 miliar silakan dengan menandatangani R&D, kalau enggak mau ya sudah terserah. Enggak ada gimana gitu,” kata Neuis di kediamannya, Bojongsoang, Kabupaten Bandung, seperti dilansir detikcom, kemarin.
Baca juga : Korban Banjir Sultra Yang Jatuh Miskin Berpeluang Terima PKH
Sebenarnya, dia sempat akan menandatangani R&D. Tetapi, lantaran dinilai ada kejanggalan, ia ogah menandatanganinya, begitu pun sejumlah keluarga korban lainnya.
“Klausulnya 20 halaman. Dibaca baru tiga halaman, enggak sreg. Bahkan ada yang pingsan dan ngamuk-ngamuk. Salah satu isi klausul adalah melepaskan hak, dengan menandatangani itu kami mendapatkan Rp 1,3 miliar tapi melepaskan hak kami kepada pihak Lion Air dan Boeing. Ada yang menandatangani 68 keluarga korban dan yang 130 menolak,” ceritanya.
Neuis mengingatkan Lion Air soal Permenhub Nomor 77 Tahun 2011 yang berisi kewajiban untuk memberikan kompensasi kepada keluarga korban sebesar Rp 1,25 miliar, tanpa syarat yang aneh-aneh. “Nyawa bukan uang dan bukan barang. Dengan klausul (R&D) itu keluarga tidak boleh menuntut, sedangkan boeing sendiri mengatakan itu kan gagal produk, artinya ada kesalahan di pihak sana. Artinya pihak keluarga punya hak untuk menuntut kepada pihak perusahaan,” tandasnya.
Keluarga korban tragedi Ethiopian Airlines juga mengkritik keras rencana Boeing mendonasikan dana sebesar 100 juta dolar AS atau senilai Rp 1,4 triliun untuk korban dua kecelakaan Boeing 737 MAX. Mereka mengeluh tidak diajak konsultasi terlebih dulu sebelum Boeing mengumumkan rencana donasi itu.
Baca juga : Kemitraan Importir dan Petani Hasilkan Perluasan Areal Tanam Bawang Putih
“Ini tidak bisa diterima. Mereka (Boeing-red) tidak berkonsultasi dengan kami, kami baru mengetahuinya pagi ini. Ini bukan dengan niat baik,” ungkap Quindos Karanja, pria asal Kenya yang kehilangan istri, putri dan tiga cucunya seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, kemarin.
Pengacara asal Kenya, Kabau-Wanyoike, yang adiknya ada di dalam pesawat naas tersebut, juga mengecamnya. Padahal ia tengah mengajukan gugatan hukum secara terpisah terhadap Boeing. “Ini seperti menabur garam ke luka. Mereka tidak berkonsultasi dengan keluarga manapun. Orang tua saya sudah diganggu orang-orang yang menelepon untuk bertanya apakah uangnya sudah datang?” imbuhnya.
Ia menyebut, keluarganya khawatir soal keamanan di negara yang marak penculikan untuk uang tebusan. “Boeing memang ingin menunjukkan bahwa mereka punya nama baik, tapi mereka bisa menempatkan korban dalam bahaya. Mestinya ini dilakukan lebih hati-hati,” tandasnya.
Untuk diketahui, pabrikan pesawat terbang Boeing.co menyatakan akan memberikan 100 juta dollar AS atau sekitar Rp 1,41 triliun untuk membantu maupun mendukung keluarga yang terdampak dalam 2 kecelakaan tragis Boeing 737 Max. Dana akan disalurkan secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.
Baca juga : Vinales Ngeluh Soal Kopling
Boeing menyesal atas kematian tragis itu. Pengumuman itu disampaikan Boeing melalui laman resmi mereka menjelang hari kemerdekaan di AS, 4 Juli lalu. “Kami Boeing menyesal atas kematian tragis dalam kedua kecelakaan ini dan nyawa yang hilang ini akan terus membebani hati kami dan pikiran kami selama bertahun-tahun yang akan datang,” tulis pihak Boeing. [FAQ]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya