Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Kepolisian Diraja Malaysia Ringkus 4 Teroris, 2 Dari Myanmar, Sisanya Filipina dan India
Selasa, 9 Juli 2019 19:24 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Empat tersangka teroris berhasil diringkus kepolisian Diraja Malaysia, Senin (8/7). Inspektur Jenderal Kepolisian Diraja Malaysia Datuk Seri Abdul Hamid Bador mengatakan, dua dari empat tersangka teroris yang ditangkap di Selangor dan Kedah itu adalah warga negara (WN) Myanmar. Sisanya, Filipina dan India.
"Mereka kita ringkus berkat bantuan Divisi Khusus Kounter Terorisme (E8) Bukit Aman," ujar Abdul Hamid dalam keterangan resmi yang dirilis Kedutaan Besar Malaysia di Indonesia, Selasa (9/7).
Ia menjelaskan, operasi penangkapan itu tidak terjadi secara bersamaan. Dalam penangkapan pertama di Klang pada 14 Juni lalu, berhasil ditangkap satu orang tersangka teroris berkewarganegaraan Filipina berusia 54 tahun.
Baca juga : Menhan Waspadai Peningkatan Aktivitas Terorisme di Filipina Selatan
"Dia seorang teknisi listrik dan punya latar belakang kerja sama dengan kelompok Abu Sayyaf," kata Abdul Hamid. Tersangka teroris ini juga ditengarai terlibat dalam kriminal penculikan yang meminta tebusan (kidnapping for ransom/KFR) di Perairan Sabah, dan sudah lama menjadi buronan Komando Keamanan Sabah Timur (Eastern Sabah Security Command/ESSCOM).
Seminggu berselang, tepatnya pada tanggal 21 Juni 2019, Kepolisian Diraja Malaysia berhasil mengamankan seorang warga India di Ampang, Selangor. Dia ditahan karena merupakan fasilitator kelompok teroris Babbar Khalsa Internasional (BKI), yang memasuki wilayah Malaysia pada November 2018 dan Juni 2019.
WN India berusia 24 itu juga diduga telah menyalurkan uang senilai 7.600 ringgit, untuk membiayai jaringan teroris BKI di wilayah Asia Tenggara.
Baca juga : Kepakan Sayap, 4 Pesawat Cargo Garuda Siap Ngacir Di Udara
Tersangka teroris ketiga yang merupakan WN Myanmar etnis Rohingya berusia 41 tahun, diamankan di Sungai Petani, Kedah. Dia adalah pekerja konstruksi, yang merupakan pendukung organisasi Arakan Rohingya Salvation Army (ARSA). WN Myanmar itu ditahan karena telah menyebarluaskan video ancaman pembunuhan terhadap PM Bangladesh Hasina Wazed, melalui media sosial.
"Dia sudah tiga kali ditangkap. Pertama, saat memasuki wilayah Malaysia secara ilegal pada 1997. Tahun 2012, menggunakan dokumen perjalanan palsu. Tahun 2015, terlibat dalam kejahatan penyelundupan manusia," jelas Kepolisian Diraja Malaysia.
Tersangka teroris keempat yang juga merupakan WN Myanmar etnis Rohingya itu ditangkap di Alor Setar, Kedah pada 3 Juli 2019. Guru madrasah di Bukit Pinang itu ditangkap karena mendukung penuh gerakan ARSA.
Baca juga : Jelang 22 Mei, Malaysia Minta Warganya Di Indonesia Berhati-hati
"Semuanya ditangkap karena terkait terorisme. Mereka menyalahi Hukum Pidana dan akan ditindak sesuai UU Keamanan," tegas Kepolisian Diraja Malaysia. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya