Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal Kepri Bagian Dari Malaysia
Mahathir Kembali Ke Jalan Yang Benar
Sabtu, 25 Juni 2022 07:35 WIB
Sebelumnya
Mahathir juga membahas soal Pulau Sipadan dan Ligitan yang pernah menjadi sengketa antara Malaysia dan Indonesia. ICJ dalam putusan tahun 2002 menyatakan, Sipadan dan Ligitan milik Malaysia.
Kata Mahathir, masuknya kedua pulau itu menjadi milik Malaysia patut disyukuri. Dia pun berterima kasih kepada Indonesia yang tidak mempermasalahkan keputusan ICJ. "Kita patut bersyukur pengadilan dunia menganugerahkan Pulau Ligitan dan Sipadan kepada kita. Mereka jauh lebih berharga daripada Pulau Batu Puteh, hanya sebuah singkapan batu," ucapnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menganggap, urusan Mahathir sudah selesai. "Sudah cukup. Tidak perlu berbalas pesan," jelas Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah, saat dihubungi Rakyat Merdeka, kemarin.
Sementara, Anggota Komisi I DPR Sukamta menyatakan, sedari awal meyakini bahwa maksud Mahathir tidak untuk melecehkan Indonesia. Kamta tahu betul kompetensi Mahathir dalam memberikan pernyataan. "Dugaan saya sejak awal, pasti beliau sedang berbicara dalam konteks politik dalam negeri Malaysia," ucap Kamta, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Politisi PKS itu menyatakan, Mahathir merupakan politisi veteran yang sudah matang. Tidak akan gegabah membuat pernyataan. Apalagi sampai membuat tensi panas dan mengganggu hubungan dengan negara tetangga. "Semoga lain kali DR Mahathir lebih komprehensif lagi menjelaskan maksudnya, sehingga tidak menyebabkan salah paham dengan negeri-negeri tetangganya," ungkap dia.
Pakar hubungan internasional dari Universitas Indonesia Prof Hikmahanto Juwana mengapresiasi sikap Indonesia yang tidak ingin memperpanjang perkara ini. Pasalnya, Mahathir berbicara bukan dalam kapasitas sebagai pejabat Malaysia. Sehingga tidak dapat dikatakan sebagai pernyataan resmi otoritas Malaysia. "Iya, sejak awal bukan masalah," ucap Hikmahanto, kemarin. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya