Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
Butuh Rp 11,25 Kuadriliun, PM Shmygal Desak Oligarki Rusia Bantu Pemulihan Ukraina
Selasa, 5 Juli 2022 08:06 WIB
Sebelumnya
Sementara itu, dalam Konferensi Pemulihan Ukraina, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan, pihaknya akan membentuk platform pusat untuk mengoordinasikan upaya pembangunan kembali Ukraina. Serta membantu memperkuat status negara tersebut, sebagai calon anggota Uni Eropa, yang telah disetujui bulan lalu.
"Sejak awal perang, Uni Eropa telah memobilisasi sekitar 6,2 miliar euro (Rp 96,93 triliun) dalam bentuk dukungan keuangan. Dan akan masih banyak lagi. Kami akan terlibat secara substansial, dalam rekonstruksi jangka menengah dan panjang," beber von der Leyen.
Baca juga : Kemendagri Ancam Stop Dana Transfer Daerah
Platform tersebut, jelasnya, akan memetakan kebutuhan investasi dan menyalurkan sumber daya. Juga menyatukan negara-negara, sektor swasta, masyarakat sipil, dan organisasi internasional seperti Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan, serta Bank Investasi Eropa.
Bank Investasi Eropa mengusulkan penggunaan struktur pendanaan dalam pandemi Covid-19, untuk membantu membangun kembali Ukraina.
Baca juga : Gus Halim: Data Desa Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Desa
Semua upaya rekonstruksi ini, mendapat apresiasi dari Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.
"Membangun kembali Ukraina berarti memulihkan prinsip-prinsip kehidupan, memulihkan ruang kehidupan, serta memulihkan apa yang membuat manusia menjadi manusia," kata Zelensky melalui pesan video. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya