Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes Inggris Owen Jenkins Luncurkan Program Kota Masa Depan

Kamis, 7 Juli 2022 07:36 WIB
Dubes Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins. (Foto Kedubes Inggris)
Dubes Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins. (Foto Kedubes Inggris)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Inggris meluncurkan program kota masa depan, Future Cities: UK-Indonesia Low Carbon Partnership. Duta Besar (Dubes) Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins mengatakan, ia sangat senang dengan kerja sama ini. Pasalnya, kata Jenkins, program itu baik untuk melawan perubahan iklim.

“Transportasi rendah karbon memiliki banyak manfaat,” ujar Dubes Jenkins usai upacara peluncuran di Jakarta, Selasa (5/7).

“Dan ini jelas bagus untuk penduduk perkotaan karena mereka memiliki akses transportasi yang lebih banyak. Ini baik untuk kesehatan mereka, karena mengurangi polusi udara,” imbuh Dubes yang merangkap tugas untuk Timor Leste. Dia menambahkan, program kota masa depan, kerja sama Indonesia-Inggris ini didanai Inggris.

Berita Terkait : RI-Inggris Sepakati Kerja Sama Program Transportasi Rendah Karbon

Program ini, imbuhnya, sejalan dengan keinginan Indonesia menuju nol karbon 2050. Jenkins mengatakan, ada lima proyek kerja sama di enam wilayah Indonesia, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

“Program ini akan membantu mewujudkan tujuan bersama kita untuk mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, dan meningkatkan kesehatan dan mata pencaharian,” terangnya.

 

Dubes Jenkins bangga, Indonesia menyambut Inggris sebagai mitra dalam kerja sama ini. “Saya berharap, kemitraan ini akan membangun kapasitas dan kepercayaan diri untuk bergabung dengan langkah global untuk komitmen melawan perubahan iklim,” ujarnya.

Berita Terkait : Dubes Inggris Ngarep Jokowi Sukses Bikin Rusia-Ukraina Akur

Jenkins mencontohkan, transportasi rendah karbon dapat membantu meningkatkan kualitas udara. Yang hasil nyata terlihat di London, Inggris. Padahal, dahulu London memiliki kualitas udara yang sangat buruk.

Dia berharap, kerja sama ini dapat menjadi sarana berbagi pengalaman antara Jakarta dan London untuk meningkatkan kualitas udara.

“Tapi tentu saja setiap kota berbeda, setiap negara berbeda. Kami harap pelajaran dari Inggris dapat bermanfaat,” pungkasnya.■