Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes Ukraina Senang, Indonesia Bisa Kembali Impor Gandum

Jumat, 5 Agustus 2022 07:05 WIB
Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia Vasyl Hamianin. (Foto Dok. Kedubes Ukraina)
Duta Besar Ukraina Untuk Indonesia Vasyl Hamianin. (Foto Dok. Kedubes Ukraina)

RM.id  Rakyat Merdeka - Usai berbulan-bulan terhambat serangan Rusia, Indonesia dapat kembali mengimpor gandum dari Ukraina melalui Pelabuhan Odessa. Duta Besar Ukraina untuk Republik Indonesia Vasyl Hamianin pun turut gembira dengan situasi terbaru ini.

Menurutnya, pengiriman komersial pertama kapal M/V Riva Wind dari Ukraina membawa 50.000 ton ton gandum pesanan PT Comexindo International yang dikelola melalui kerja sama Harvest Commodities dan Grup Arsari Indonesia, perusahaan milik adik Menhan Prabowo Subianto, Hashim S. Djojohadikusumo.

“Saya sangat gembira dengan keberhasilan pengiriman gandum Ukraina melalui Pelabuhan Odessa. Ini wujud kemenangan bangsa Ukraina mengusir penjajah Rusia yang telah berbulan-bulan memblokade laut,” jelas Hamianin, dalam keterangannya, Rabu (3/8).

Berita Terkait : Kemendagri Gaungkan Pentingnya Net Zero Emission

Blokade laut Rusia, terang Hamianin, berakhir berkat keberhasilan pasukan Ukraina merebut Pulau Zmiiniy (Pulau Ular) di Laut Hitam dekat kota pelabuhan Odessa pada 30 Juni lalu. Meski demikian, Rusia masih berupaya melakukan serangan terhadap wilayah Odessa.

Vasyl yang mewakili Ukraina juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, yang telah mengunjungi Ukraina dan Rusia serta menawarkan solusi mengatasi ancaman krisis pangan global imbas perang.

 

Jokowi pada kunjungan awal Juli lalu membawa proposal koridor pangan, skema yang sebelumnya pernah disampaikan beberapa negara.

Berita Terkait : Pengusaha Bangga Ekonomi Indonesia Terbaik Di Dunia 

“Kami berterima kasih kepada Presiden Joko Widodo atas kehadirannya yang membuat penjajah Rusia mendapatkan tekanan internasional lebih besar sehingga blokade perdagangan segera berakhir,” ujarnya.

Menurut laporan Organisasi Pangan Dunia (FAO), perang Ukraina-Rusia akan mendorong 47 juta orang di seluruh dunia masuk ke jurang kerawanan pangan akut. Terutama di negara-negara yang mengandalkan bahan pokok pangan berupa gandum.

Kapal M/V Riva Wind merupakan salah satu kapal yang membawa pengiriman komersial pertama dari Odessa sejak perang Rusia-Ukraina pecah pada 24 Februari 2022. Gaurav Srivastava selaku bos Harvest Commodities SA juga berterima kasih kepada kapten dan kru kapal tersebut, yang telah sabar menunggu di Pelabuhan Odessa sejak Februari lalu.■