Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes RI Untuk Nigeria Jajaki Peluang Bisnis, Tawarkan Suplemen Pertanian

Rabu, 27 Juli 2022 07:05 WIB
Duta Besar Republik Indonesia Usra Hendra Harahap (KBRI Abuja)
Duta Besar Republik Indonesia Usra Hendra Harahap (KBRI Abuja)

RM.id  Rakyat Merdeka - Nigeria sedang menjajaki kemungkinan mendapatkan beberapa produk suplemen pertanian dari Indonesia, seperti vitamin tanaman dan ternak.

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Abuja, Nigeria mengadakan penjajakan bisnis (business matching) antara perusahaan Indonesia dengan Nigeria secara hybrid, di Ikeja, Jumat (22/7).

Penjajakan diinisiasi Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos dan Nigerian Association of Chamber of Commerce, Industry, Mines, and Agriculture (NACCIMA), serta didukung KBRI Abuja.

Berita Terkait : Kemenkumham Bakal Perketat Pengawasan Notaris

Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Nigeria Usra Hendra Harahap dalam siaran persnya menjelaskan, masih banyak ruang dan kesempatan untuk perbaikan, terutama untuk produk Indonesia seperti suplemen pertanian.

“Dengan penjajakan bisnis ini, diharapkan Nigeria dan Indonesia dapat memanfaatkan potensi masing-masing untuk mengembangkan hubungan perdagangan kedua negara,” ujarnya.

Dalam penjajakan bisnis tersebut, Indonesia diwakili produsen pupuk PT Turrima Agro Mas, produsen komponen otomotif PT Astra Otopart, produsen kendaraan agrikultur PT Kreasi Mandiri Wintor Indonesia, dan importir kacang mede PT Artisan Vii Agroindustri.

Berita Terkait : Petang Ini, Macan Putih Pantang Remehin Persita

Sementara dari Nigeria, dihadiri anggota NACCIMA. Forum bisnis tersebut dihadiri lebih dari 100 peserta.

 

Kepala ITPC Lagos, Hendro Jonathan mengatakan, tak hanya suplemen pertanian, mesin pengolah panen singkong, padi, kacang skala kecil dan menengah untuk pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) juga menarik perhatian pihak Nigeria.

“Pupuk organik dan vitamin ternak Indonesia merupakan daya tarik bagi peserta forum untuk dapat dijajaki dalam rangka mendukung perkembangan pertanian dan peternakan di Nigeria,” katanya.

Berita Terkait : ASSA Giat Kejar Peluang Di Bisnis Mobilitas Dan Logistik

Hendro meyakini, penjajakan bisnis tersebut dapat membuka lebih banyak pintu dan mengembangkan lebih banyak hubungan bisnis antara kedua negara.

Pada 2021, total perdagangan Indonesia-Nigeria tercatat naik 59 persen dari 2021. Kemudian pada Januari-Mei 2022, total nilai perdagangan IndonesiaNigeria tercatat meningkat 92 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. 

Di sektor minyak dan gas, Indonesia mengimpor minyak mentah dari Nigeria. Di sektor nonmigas, Indonesia mengimpor biji kakao, aluminium mentah, bijih seng dan konsentrat, dan kacang tanah. ■