Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
%
Ganjar & Mahfud
Waktu |

SIGAP Indonesia Tembus Wilayah Terisolir Banjir Garut

Rabu, 27 Juli 2022 18:00 WIB
Tim rescue Badan Daerah Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) Garut turun gunung membantu musibah banjir dan longsor di Kampung Cibitung, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Senin (25/7). (Foto: Istimewa)
Tim rescue Badan Daerah Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) Garut turun gunung membantu musibah banjir dan longsor di Kampung Cibitung, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Senin (25/7). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim rescue Badan Daerah Syarikat Islam Tanggap Bencana (SIGAP) Garut turun gunung membantu musibah banjir dan longsor di Kampung Cibitung, Desa Padahurip, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut sejak Senin (25/7).

Kampung Cibitung yang dikenal sebagai daerah terisolir akibat bencana ini mampu ditembus oleh SIGAP Indonesia. Dilaporkan, ada 28 rumah rusak akibat terjangan banjir dan longsor. Empat di antaranya hancur.

Sontak, para relawan dibantu dengan warga sekitar, langsung mendirikan bangunan sementara layak huni bagi penghuni empat rumah yang hancur tersebut. Ke depan, SIGAP Indonesia segera membangun rumah lebih baik lagi jika mendapatkan lokasi relokasi resmi dari Pemda Garut.

Baca juga : Indonesia Dan Malaysia Cari Solusi Penempatan PMI

Selain mendirikan rumah, SIGAP Indonesia juga menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga, di antaranya, paket sembako, peralatan mandi, pakaian layak pakai, dan paket sekolah lengkap untuk anak-anak yang kehilangan peralatan sekolahnya.

Selain di Kecamatan Banjarwangi, tim rescue juga melakukan validasi assessment khusus anak-anak yang kehilangan perlengkapan belajar di Kampung Cimacan, Kecamatan Tarogong Kidul.

"Kita dapati ada banyak anak-anak yang kehilangan perlengkapan sekolah, Insya Allah kami akan penuhi kebutuhan belajar mereka," ujar Bendahara Badan Nasional SIGAP INDONESIA, Anggun Darani, melalui keterangan tertulis kepada RM.id, Rabu (27/7).

Baca juga : Salman Aman Foundation Support Operasional Ambulans Yayasan Gerak Bareng

Menurut Anggun, pemenuhan hak dasar belajar anak-anak haruslah dipenuhi sebagai penunjang mereka menimba ilmu untuk masa depannya.

Wakil Kepala Satuan Nasional Badan Nasional SIGAP Indonesia ini juga menjelaskan, saat musibah banjir terjadi, pihaknya langsung membentuk tim respon tanggap bencana dan mengirimkan relawan pada Sabtu (16/7).

Relawan yang diterjunkan adalah, tim Assessment dan mobil dapur umum yang bekerjasama dengan relawan kemanusiaan lainnya. Setiba di Garut, kata Anggun, SIGAP Indonesia mendirikan dapur umum di Posko Masjid Al Yasin Kec Tarogong Kidul pada Minggu (17/7).

Baca juga : Linde Indonesia Teken Persetujuan Pasokan Gas Ke Freeport

"Alhamdulillah kami dapat menyalurkan makanan buat para penyitas sehari lebih dari 700 paket per harinya selama 7 hari berturut-turut. Ditambah paket kesehatan yang dilaksanakan pada Sabtu 23 Juli di posko SIGAP Garut," ujar Anggun.

Perlu diketahui, untuk mencapai lokasi dibutuhkan tenaga ekstra. Menempuh perjalanan darat dengan mobil rescue selama dua jam dari Posko SIGAP Indonesia di Gedung Syarikat Islam Garut di Jalan Cimanuk Nomor 117. Tim, harus berhadapan dengan cuaca tak menentu.

Konon, kabut tebal turut menghalangi pandangan. Usai tiba di posko darurat di Koramil Banjarwangi, tim harus melanjutkan perjalanan dengan mengendarai motor trail menembus jalan yang hanya bisa dilalui motor. Setiba di lokasi bencana, masyarakat sekitar menyambut antusias kehadiran para relawan SIGAP Indonesia. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.