Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pengusaha Bangga Ekonomi Indonesia Terbaik Di Dunia 

Kamis, 4 Agustus 2022 16:27 WIB
Wakil Ketua Umum Bidang Fiskal dan Publik Kadin Indonesia Suryadi Sasmita/Ist
Wakil Ketua Umum Bidang Fiskal dan Publik Kadin Indonesia Suryadi Sasmita/Ist

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meyakini ekonomi Indonesia terbaik di dunia, di tengah tantangan krisis global.

Pasalnya, sejumlah indikator perekonomian Indonesia berada pada tren positif. Misalnya, dilihat dari pendapatan negara dari segi pajak yang mencapai target tahun 2021.

“Ekonomi Indonesia terbaik di dunia. Pajak kita tahun lalu bisa mencapai di atas 100 persen. Ini menandakan ekonomi kita tuh cukup baik,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Fiskal dan Publik Kadin Indonesia Suryadi Sasmita dalam MYEO Day 2: Prospek Pemulihan Ekonomi Indonesia di Tengah Perubahan Geopolitik Pasca Pandemi, seperti dikutip, Kamis (4/7).

Menurut Suryadi, pendapatan 100 persen lebih itu berdasarkan realisasi pendapatan negara 2021 yang mencapai Rp 2.003 triliun, atau 114,9 persen dari target APBN 2021.

Berita Terkait : Pakar Pastikan Uji Klinis Tahap 1 Vaksin Covid-19 Indonesia Aman

Lalu penerimaan pajak RP 1.277,5 triliun yakni 103,9 persen dari APBN, Kepabeanan dan cukai Rp 269 triliun atau 125,1 persen terhadap APBN, dan penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp 425 triliun atau 151,6 persen terhadap APBN.

Dia juga melihat, pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih baik dibanding negara-negara lain. Meski ekonomi Indonesia secara makro masih belum bisa kembali seperti sedia kala.

Menurutnya, pendapatan ekspor dan impor mendapatkan surplus yang cukup besar di tahun ini.

“Saya berpikir, tahun depan pun masih bisa tetap maju. Sekalipun harganya sedikit turun, tetapi permintaan akan tetap banyak,” katanya.

Berita Terkait : Jadi Pendorong Pemulihan Ekonomi, Ini Tantangan IKM Mamin

Selain itu, kata Suryadi, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2022 tercatat 5,01 persen secara year on year. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, pertumbuhan ekonomi Indonesia jelas cukup besar.

“Kalau kita lihat negara-negara lain seperti China hanya 4,8 persen, Singapura 3,4 persen, Korea Selatan 3,7 persen, bahkan Amerika hanya 4,29 persen dan Jerman 4 persen. Jadi, kita yang terbaik di antara beberapa negara,” ucap Suryadi.

Suryadi mengatakan, perekonomian Indonesia bisa tumbuh karena memiliki pegangan komoditas ekspor yang mumpuni.

Terdapat lima komoditas ekspor yang melonjaknya cukup baik, yaitu batu bara, bauksit, timah, minyak sawit dan nikel.

Berita Terkait : Wamenag Tegaskan Indonesia Butuh Strategi Kebudayaan

“Cadangan devisa kita masih bisa dipertahankan,” pungkasnya.■