Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kemlu RI Sampaikan Kondisi 36.000 WNI Usai Banjir Korsel

Kamis, 11 Agustus 2022 20:59 WIB
Mobil mengapung terendam banjir di Seoul, Korea Selatan. (Foto Reuters)
Mobil mengapung terendam banjir di Seoul, Korea Selatan. (Foto Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Setelah dilanda hujan lebat dan banjir selama dua hari, situasi di beberapa titik banjir di Korea Selatan sudah mulai membaik. Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Seoul pun sudah mengumpulkan informasi mengenai kabar terkini sekitar 36.000 Warga Negara Indonesia yang ada di Negeri Ginseng.

Berdasarkan informasi dari Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha, KBRI Seoul memastikan tidak ada WNI yang jadi korban banjir bandang yang terjadi pada Senin (8/8) dan Selasa (9/8).

“Kami telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat dan juga menjalin komunikasi dengan simpul-simpul masyarakat Indonesia yang ada di sana, berdasarkan informasi tidak ada WNI yang terdampak langsung,” ujar Judha dalam jumpa pers virtual Kamis siang (11/8).

Berita Terkait : KBRI Seoul Masih Data Kondisi WNI Pasca Banjir Besar

Berdasarkan data KBRI Seoul, ada total 36.399 WNI yang berada di Korea Selatan. Pihak KBRI sudah mengeluarkan imbauan kepada WNI yang berada di Korsel untuk tetap berhati-hati dan segera menghubungi pihak KBRI Seoul bila terjadi keadaan darurat.

“Kami terus memantau informasi dan bahan yang diberikan otoritas setempat," ujar Judha.

Sebelumnya, Korsel dilanda hujan lebat selama beberapa hari. Hujan lebat tersebut adalah yang terbesar dalam 80 tahun terakhir.

Berita Terkait : Komjen Syafruddin Bagikan Bingkisan ke 1.000 Anak Yatim dan Fakir Miskin

Hujan lebat mengakibatkan banjir yang mengubah jalan-jalan Seoul menjadi sungai dengan mobil-mobil yang mengapung.

Sejauh ini, korban jiwa akibat banjir besar di Seoul sebanyak 9 orang dan 16 lainnya diperkirakan luka-luka. Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol meminta maaf kepada rakyat karena kejadian ini. 

“Saya berdoa untuk para korban dan meminta maaf atas nama Pemerintah kepada orang-orang yang menderita atas ketidaknyamanan ini,” ujar Yoon, dikutip dari The Korea Times, Rabu (10/8).

Berita Terkait : 34 Tim Ramaikan Invitasi Voli U-18 Piala Gubernur DKI

Permintaan maaf Yoon datang sehari setelah dia mengunjungi sebuah apartemen semi-basement di Seoul, di mana sebuah keluarga beranggotakan tiga orang, termasuk seorang wanita dengan cacat, tewas dalam peristiwa banjir bandang itu.***