Dewan Pers

Dark/Light Mode

Nyinyirin Sikap Indonesia

Kemlu RI Tegur Dubes Ukraina

Jumat, 12 Agustus 2022 12:30 WIB
Duta Besar Ukraina di Indonesia Vasyl Hamianin (Foto Instagram)
Duta Besar Ukraina di Indonesia Vasyl Hamianin (Foto Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Ukraina untuk Indonesia Vasyl Hamianin dipanggil Kementerian Luar Negeri Indonesia, Selasa (9/8), karena menyindir postingan Kemlu RI di Twitter.

Dubes Hamianin dipanggil atas tindakan tidak menyenangkan dan tidak sesuai dengan tugasnya sebagai perwakilan diplomatik di negara sahabat.

Pemanggilan tersebut dilakukan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kemlu Ngurah Swajaya pada 9 Agustus lalu guna menyampaikan secara langsung ketidaksenangan (displeasure) Pemerintah atas cuitan Hamianin.

Dalam cuitannya, Hamianin mempertanyakan kebijakan luar negeri Indonesia.

Berita Terkait : Ini Kunci Sukses Indonesia Juara Umum APG

“Apa yang dilakukan Dubes Ukraina tersebut sangat tidak patut sebagai seorang duta besar yang menjalankan misi diplomatik di suatu negara,” jelas Juru Bicara Kemlu Teuku Faizasyah dalam jumpa pers virtual, Kamis (11/8).

"Pemanggilan ini diharapkan bisa memperbaiki sikap Dubes Hamianin dalam memanfaatkan berbagai media, baik media formal maupun media sosial, untuk memperjuangkan kepentingan negaranya di Indonesia. tanpa menimbulkan ketegangan atau ketidaksukaan dari pihak Indonesia," sambung Faizasyah.

Sebelumnya, Dubes Hamianin membalas cuitan Kemlu RI mengenai kecaman atas serangan Israel di Gaza yang menyebabkan jatuhnya korban sipil termasuk anak-anak.

Melalui akun @VHamianin di Twitter pada Minggu (7/8), Dubes Hamianin mempertanyakan mengapa Indonesia tidak ikut mengecam keras serangan brutal terhadap Ukraina selama lima bulan terakhir yang mengakibatkan kematian ribuan anak.

Berita Terkait : Resmi, PSIS Semarang Ikat Titus Bonai

"HOW ABOUT STRONG CONDEMNATION OF BRUTAL ATTACKS ON UKRAINE DURING THE LAST 5 MONTHS? AND DEATHS OF HUNDREDS IF NOT THOUSANDS OF CHILDREN, INCLUDING MUSLIM KIDS?"

Arti dari cuitannya adalah "Bagaimana kalau juga mengutuk serangan brutal di Ukraina selama lima bulan belakangan? Ada ratusan bahkan ribuan kematian anak-anak, termasuk anak Muslim?" cuit Dubes Hamianin dalam huruf besar.

Dalam cuitan lainnya yang merespons cuitan Kemlu RI mengenai kerja sama ASEAN-Rusia, Hamianin menegaskan tuduhannya terhadap Rusia yang disebut melanggar prinsip perdamaian dan kemakmuran karena telah membunuh dan menyiksa puluhan ribu orang selama perang dengan Ukraina.

Cederai Perasaan Indonesia

Berita Terkait : Reckitt Indonesia Sabet Gelar Perusahaan Terbaik Untuk Bekerja

Faizasyah menyatakan, cuitan-cuitan Hamianin itu telah mencederai perasaan Indonesia.

“Tidak pada tempatnya duta besar asing untuk menyampaikan sikap ekspresif dan negatif di negara tempatnya bertugas,” terang Faizasyah.

"Mengenai langkah selanjutnya akan dibahas secara internal setelah mencermati perubahan dari yang bersangkutan dalam menjalankan misi diplomatiknya di Indonesia,” pungkasnya.***