Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
Kemish menambahkan, saat ini, orang-orang merasa takut dengan kemungkinan pembebasan Umar Patek yang bernama lengkap Hisyam bin Ali Zein itu.
“Tapi saya perhatikan, otoritas Indonesia belum membuat putusan akhir mereka dan sedang mempertimbangkan banyak hal,” ucapnya.
Baca juga : IKN Nusantara Dorong Perusahaan Lokal Berkembang
Kemish menilai, Indonesia adalah negara berdaulat. Dan, membuat penilaian sendiri tentang sesuatu hal.
“Saya tahu sistem Indonesia dapat memperhitungkan banyak hal dan saya harap mereka melakukannya,” ucapnya.
Baca juga : Yuk Nobar Alumni Australia Di Jakarta, Makassar, Surabaya
Kekecewaan terhadap pembebasan Umar Patek diungkapkan keluarga korban dan penyintas bom Bali. Salah satunya June Corteen, ibu dari sepasang putri kembar yang jadi korban serangan bom tersebut. Dia berharap agar Patek tidak pernah dibebaskan.
“Saya tidak percaya dia (Umar Patek) telah berubah. Saya tidak percaya dia menganggap dia tahu apa yang dia lakukan salah,” katanya, dilansir 7NEWS, kemarin.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya