Dewan Pers

Dark/Light Mode

Terima Global Citizen Award, Jokowi Harum Di Pentas Dunia

Rabu, 21 September 2022 23:38 WIB
Menlu Retno Marsudi (kanan) menerima Global Citizen Award (GCA) untuk Presiden Jokowi dari Klaus Schwab, di Cipriani Hall, New York, Amerika Serikat (AS), Senin malam (19/9) waktu setempat, atau Selasa (20/9) Waktu Indonesia Barat. (Foto Twitter @Menlu_RI)
Menlu Retno Marsudi (kanan) menerima Global Citizen Award (GCA) untuk Presiden Jokowi dari Klaus Schwab, di Cipriani Hall, New York, Amerika Serikat (AS), Senin malam (19/9) waktu setempat, atau Selasa (20/9) Waktu Indonesia Barat. (Foto Twitter @Menlu_RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi terpilih jadi salah satu penerima penghargaan Global Citizen Award (GCA) dari lembaga think tank Atlantic Council di Amerika Serikat. Dia dianggap berkontribusi besar terhadap kemanusiaan dan perdamaian dunia.

Penyerahan penghargaan dilakukan di Cipriani Hall, New York, Amerika Serikat (AS), Senin malam (19/9) waktu setempat, atau Selasa (20/9) Waktu Indonesia Barat (WIB). Penerimaan penghargaan tersebut diwakili Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi. Penghargaan diserahkan oleh Pendiri dan Ketua Eksekutif Forum Ekonomi Dunia, Profesor Klaus Martin Schwab.

Berita Terkait : Terima Global Citizen Award, Jokowi Sukses Promosikan Perdamaian Dunia

Usai pemberian penghargaan, Jokowi menyampaikan pesan melalui tayangan video. Dalam pesan yang ditayangkan di kanal YouTube Atlantic Council, Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Atlantic Council. Dia menyatakan, penghargaan itu didedikasikan untuk rakyat Indonesia yang telah bekerja keras bersama-sama menghadapi berbagai tantangan.

Jokowi menyebut, tantangan domestik yang dihadapi Indonesia sama dengan negara berkembang lainnya. “Tantangan global juga jadi prioritas Indonesia untuk diselesaikan bersama-sama,” ucapnya.

Berita Terkait : Pembangunan Infrastruktur Jokowi Lebih Masif Dibanding Pemerintahan Sebelumnya

Tantangan-tantangan global seperti perubahan iklim, krisis kesehatan, krisis pangan, krisis energi dan krisis finansial, juga jadi agenda kebijakan prioritas Indonesia.

Menurut Jokowi, semua itu membutuhkan komitmen tinggi, serta kebijakan yang akurat, yang terlaksana dengan baik. Sebagai Presiden, Jokowi bersyukur karena dibantu masyarakat.

Berita Terkait : Top, Telkom Ungguli Dua Perusahaan Besar di Dunia

“Rakyat Indonesia majemuk dan mau bergotong royong dalam sistem politik yang demokratis,” kata mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
 Selanjutnya