Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Alhamdulillah, Mulai 11 Oktober, Penerima Vaksin China Boleh Masuk Jepang
Rabu, 5 Oktober 2022 18:49 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabar baik untuk masyarakat Indonesia, yang mayoritas menerima suntikan vaksin Covid-19 Sinovac. Serta warga dunia lainnya, yang menerima vaksin Covid bikinan China. Seperti Sinopharm dan Convidencia.
Mulai 11 Oktober, pemerintah Jepang tidak akan mensyaratkan tes Covid pra keberangkatan, bagi mereka yang telah menerima tiga suntikan vaksin produksi China. Seiring perjalanan bebas visa yang akan dibuka kembali pada tanggal tersebut.
Hal ini menandai perubahan penting dari rezim sekarang, yang mengakui semua vaksin Covid-19 dalam daftar penggunaan darurat yang dirilis Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kecuali Sinopharm, Sinovac, dan Convidecia bikinan China.
"Mulai 11 Oktober, semua turis yang telah disuntik tiga kali dengan vaksin yang disetujui WHO, termasuk vaksin buatan China, dapat memasuki Jepang tanpa harus menyerahkan hasil tes negatif," kata pejabat pemerintah Jepang seperyi dilansir The Straits Times, Senin (26/9).
Tes PCR pada saat kedatangan, hanya akan diberlakukan bagi mereka yang menunjukkan gejala Covid-19, seperti demam. Mereka akan langsung dijemput oleh petugas karantina perbatasan.
Sementara turis yang belum mendapatkan suntikan dosis ketiga dengan jenis vaksin dalam Daftar Penggunaan Darurat Vaksin WHO, masih wajib menyerahkan hasil negatif tes PCR, yang diambil dalam kurun waktu 72 jam sebelum keberangkatan.
Pemerintah Jepang akan mengizinkan kembali perjalanan bebas visa mulai 11 Oktober mendatang, yang sebelumnya ditangguhkan akibat Covid-19.
Para pemegang paspor dari salah satu 68 negara dan wilayah yang ditunjuk oleh Kementerian Luar Negeri Jepang, termasuk Indonesia, tidak perlu lagi mengajukan permohonan visa turis, mulai tanggal tersebut.
Baca juga : Ratu Elizabeth II Mangkat, Pangeran Charles Naik Tahta
Semua turis sangat disarankan untuk meng-install aplikasi MySOS. Melalui aplikasi ini, mereka dapat melakukan pra-registrasi untuk sertifikat vaksinasi atau hasil tes PCR.
Pengiriman data tersebut dapat dilakukan dalam waktu dua pekan sebelum tanggal masuk yang dijadwalkan, hingga enam jam sebelum penerbangan dijadwalkan mendarat.
Pra registrasi ini akan memfasilitasi entri jalur cepat, untuk menghindari prosedur yang cukup rumit di bandara.
Seluruh turis diharapkan mengikuti protokol Covid-19, termasuk memakai masker yang direkomendasikan.
Baca juga : Petambak Bandeng Binaan Desa BSI Ekspor Perdana Ke Korsel Dan Jepang
Saat ini, Jepang juga tengah bersiap membuka kembali penerbangan internasional ke bandara, dan kapal pesiar ke pelabuhan laut. Meski belum ada jadwal yang bisa dipastikan.
Kebijakan melonggarkan perbatasan ini akan membantu pemulihan industri pariwisata Jepang, di tengah melemahnya nilai mata uang yen.
"Jika nanti ada varian baru yang akan menjadi perhatian WHO, kami akan bergerak cepat menanggapi keadaan tersebut," ujar seorang pejabat Jepang. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya