Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Genjot Ekspor Indonesia ke China, Menteri Enggar Bikin Terobosan Kreatif dan Strategis
Senin, 29 Juli 2019 22:41 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita bertemu dengan Minister of General Administration of Custom China (GACC), Ni Yuefeng di Kantor GACC Beijing, untuk membahas hambatan perdagangan yang dihadapi dalam ekspor Indonesia ke China, Jumat (19/7).
Pertemuan bilateral yang merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menteri Enggar ke China pada 18-22 Juli lalu, merupakan tindak lanjut dari pembicaraan dan kesepakatan yang sudah dilakukan antara Presiden Jokowi dan Presiden Xi Jinping di Osaka, Jepang beberapa waktu lalu.
"Pemerintah berharap agar China memberi kemudahan atas ekspor sarang burung walet, buah-buahan tropis seperti nanas, buah naga, alpukat, durian, serta produk perikanan. Permintaan ini direspon dengan baik oleh Menteri Ni Yuefeng. Beliau akan menindaklanjuti permasalahan yang disampaikan Indonesia. Untuk mempercepat proses tersebut, pihak Indonesia mengusulkan pembentukan joint working group” jelas Menteri Perdagangan.
Baca juga : Sasar Argentina, Ekspor Nanas Indonesia Meningkat
Tindak lanjut dari pertemuan ini juga akan dilakukan dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan China dan pertemuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP) Tingkat Menteri yang dijadwalkan pada 1 - 3 Agustus mendatang.
Dalam kesempatan berbicara di Kongres Tahunan ke-5 Asosiasi Industri Sarang Burung Walet dan bertemu dengan Ketua CAWA (China National Agriculture Wholesale Market Association) serta anggota-anggotanya, Duta Besar RI untuk China dan Mongolia Djauhari Oratmangun yang ikut mendampingi Menteri Perdagangan, mengajak para importir untuk membantu meningkatkan ekspor produk-produk pertanian dan kelautan Indonesia ke China, melalui platform mereka. Dubes Djauhari juga mengundang mereka berinvestasi di Indonesia.
Menteri Enggar juga mengajak para importir sarang burung walet Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia, yang merupakan penghasil utama sarang burung walet untuk diolah dan diekspor kembali ke China, negara-negara ASEAN, dan Australia.
Baca juga : Hari Ini, All Indonesian Final Meriahkan Japan Open 2019
Ekspor sarang burung walet Indonesia pada tahun 2018 tercatat sebesar 70 ton dengan nilai 140,5 juta dolar AS dari 21 perusahaan.
Untuk meningkatkan ekspor sarang burung walet, saat ini tujuh perusahaan lainnya berada dalam proses verifikasi untuk mendapatkan sertifikasi dari Certification and Accreditation Administration of the People's Republic of China ( CNCA) atau Badan Sertifikasi dan Akreditasi China.
Kehadiran Menteri Enggar di China, dimaksudka untuk mempercepat proses sertifikasi dimaksud. Menteri Perdagangan juga berkesempatan mengunjungi Xinfadi International Exhibition Center of Agricultural Products di Beijing pada Jumat (19/7) untuk studi, agar pengembangan pasar rakyat di Indonesia dapat dilakukan secara tepat sasaran sesuai kepentingan rakyat. Termasuk, para petani dan peternak di seluruh Indonesia.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya