Dewan Pers

Dark/Light Mode

Ayahnya Dilantik Jadi PM Malaysia Ke-10, Putri Anwar Ibrahim Curhat Begini

Kamis, 24 November 2022 14:07 WIB
PM Malaysia Anwar Ibrahim dan putri sulungnya, Nurul Izzah. (Foto: Instagram)
PM Malaysia Anwar Ibrahim dan putri sulungnya, Nurul Izzah. (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Putri sulung Anwar Ibrahim, Nurul Izzah mengungkap isi hati, atas terpilihnya sang ayah sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-10. Menggantikan Ismail Sabri Yaakob.

Pelantikan Anwar akan digelar di Istana Negara pada pukul 5 sore ini.

Berikut curahan hati Nurul Izzah, yang saat ini menjabat Anggota Parlemen Malaysia untuk Lembah Pantai:

"Dalam kehidupan di dunia, kita tidak bisa lepas dari kecurigaan orang.

Ketika kalah, kita dicurigai. Ketika menang, juga dicurigai.

Yang pasti, sejak tahun 1998 hingga saat ini, kita harus terus berpegang pada garis perjuangan.

Berita Terkait : Anwar Ibrahim: Pemilu Ini Lemparan Dadu Terakhir

Menuntut keadilan bukan untuk diri kita sendiri, tetapi sebagai perlindungan bagi semua.

Setelah pengambilan sumpah, banyak tantangan menanti. Seperti mempersatukan bangsa, mengkaji masalah ekonomi, menarik investasi melalui stimulasi ekonomi dan kearifan lokal, serta membangun umat dan bangsa berdasarkan keadilan sosial dan kenegaraan yang benar.

Saya mencintaimu ayah. Saya selalu bangga dengan Anda. Bahkan, saat Anda dipenjara sebagai tahanan hati nurani.

Warisan yang kita tinggalkan untuk anak cucu kita dan generasi mendatang bukanlah harta, pangkat atau uang. Melainkan idealisme dan prinsip perjuangan yang tidak bisa dibeli dan dijual.

Jadikan masa depan, waktu kita bersama.

Khayr, Insya Allah."

Berita Terkait : Mahathir: Meski Tua, Saya Masih Kuat Kerja

Nurul Izzah yang lahir pada 19 November 1980 adalah putri tertua Anwar dengan Wan Azizah Wan Ismail, mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia di era Mahathir Mohammad dan Muhyiddin Yassin (21 Mei 2018 - 24 Februari 2020).

Asal tahu saja, saat menjabat Wakil Perdana Menteri di era Mahathir Mohammad, Anwar dipecat secara tidak hormat pada 2 September 1998.

Dia pun didakwa melakukan korupsi dan sodomi, hingga divonis 15 tahun penjara.

Tahun 2008, Anwar kembali tersangkut kasus sodomi. Namun, dinyatakan tidak bersalah pada Januari 2012.

Tapi dua tahun setelahnya, Anwar kembali berurusan dengan kasus sodomi. Dia pun dijatuhi hukuman lima tahun penjara, pada 2015.

Sampai akhirnya, Mahathir meminta bantuan kepada Anwar, untuk mendukungnya di Pemilu 2018.

Berita Terkait : Menteri Bahlil: Hilirisasi Bikin RI Disegani Dunia

Mahathir janji, akan memperjuangkan petisi pengampunan kepada Sultan Muhammad V untuk mengampuni Anwar, jika menang Pemilu.

Alhasil, pada 11 Mei 2018, Mahathir mengumumkan bahwa raja telah menyetujui permintaan itu. Dan Anwar pun bebas lima hari setelahnya. ■