Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dubes Heri Motivasi Peneliti Muda Iptek

Kamis, 24 November 2022 16:33 WIB
Penghargaan The 2022 Japan International Award for Young Agricultural Researches dari Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang dan Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCASS) di Tokyo, pada Selasa (22/11).
Penghargaan The 2022 Japan International Award for Young Agricultural Researches dari Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang dan Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCASS) di Tokyo, pada Selasa (22/11).

RM.id  Rakyat Merdeka - Duta Besar Republik Indonesia (Dubes) RI untuk Jepang, Heri Akhmadi menyambut gembira prestasi Dr Athanasia Amanda Septevani dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang meraih penghargaan The 2022 Japan International Award for Young Agricultural Researches dari Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) Jepang dan Japan International Research Center for Agricultural Sciences (JIRCASS) di Tokyo, pada Selasa (22/11).

Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi di kalangan peneliti muda yang berkontribusi pada penelitian dan pengembangan di bidang pertanian, kehutanan, perikanan dan industri terkait di negara-negara berkembang yang dipromosikan oleh Jepang. 

“Saya berharap penghargaan ini dapat semakin memperkuat jalinan kerja sama riset yang konkret Indonesia - Jepang agar dapat mengembangkan hasil riset tersebut secara lebih luas,” ujar Dubes Heri. 

Berita Terkait : Puteri Indonesia Ajak Generasi Muda Aktualisasikan Pancasila

Pada kesempatan tersebut, Dubes Heri juga sempat berbincang dengan Executive Member dari Council for Science, Technology and Innovation (CSTI), Cabinet Office, Dr Ueyama Takahiro. 

Dalam pertemuan itu Dubes Heri mengingatkan pentingnya peningkatan kerja sama riset antara Indonesia - Jepang. 

Saat menerima penghargaan itu, Dr. Athanasia Amanda Septevani memaparkan penelitiannya yang berjudul The Value of Agricultural Waste cellulose as a Building Block for Materials. 

Berita Terkait : Menteri Basuki, Daendels Baru Indonesia...

Ia juga berkesempatan menunjukkan hasil riset yang sedang dikembangkan BRIN yang berkontribusi dalam pengolahan limbah agro industri di Indonesia dan solusi alternatif untuk negara lain. Termasuk pemanfaatan limbah kelapa sawit untuk menjadi bahan material maju (waste for materials).  

“Semoga penghargaan ini mampu memberikan manfaat nyata melalui kontribusi pengembangan iptek bidang pertanian dan kehutanan, khususnya dalam Athanasia Amanda Septevani. Terima kasih atas dukungan Dubes Heri Akhmadi yang berkesempatan hadir saat pemberian penghargaan,” kata Athanasia yang menyelesaikan pendidikan Doktoralnya di University of Queensland, Australia. 

Selain Athanasia, ada 2 orang peneliti muda dari Madagaskar dan Meksiko juga meraih penghargaan serupa. tiga peneliti muda peraih penghargaan ini dinilai mampu menunjukkan kinerja luar biasa dalam pengembangan dan penelitian di bidang pertanian, kehutanan, perikanan atau industri terkait untuk daerah berkembang. Masing-masing peraih penghargaan ini menerima hadiah tunai sebesar US$ 5.000.■