Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dilantik Jadi PM Malaysia, Anwar Didampingi Istri Dan 6 Anak, Nurul Izzah Ikut

Kamis, 24 November 2022 15:34 WIB
Anwar Ibrahim dalam pelantikannya sebagai PM ke-10 di Istana Negara Malaysia, Kamis (24/11). (Foto: Astro Awani TV)
Anwar Ibrahim dalam pelantikannya sebagai PM ke-10 di Istana Negara Malaysia, Kamis (24/11). (Foto: Astro Awani TV)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Pakatan Harapan (PH) Anwar Ibrahim dilantik menjadi Perdana Menteri ke-10 Malaysia, Kamis (24/11) pukul 5 sore waktu setempat. 

Anwar yang mengenakan baju Melayu hitam, dengan sampin emas, tersenyum lebar saat dipanggil untuk mengambil sumpah jabatan dan kerahasiaannya.

 

 

Berita Terkait : Ayahnya Dilantik Jadi PM Malaysia Ke-10, Putri Anwar Ibrahim Curhat Begini

Pria kelahiran Bukit Mertajam 10 Agustus 1947 itu didaulat menjadi Perdana Menteri, melalui keputusan yang diambil Sultan Abdullah Ri’ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, dalam pertemuan khusus sembilan raja negara bagian. 

"Setelah melalui pandangan para penguasa Melayu, Yang Mulia menyetujui pengangkatan Datuk Seri Anwar Ibrahim sebagai Perdana Menteri ke-10 Malaysia,” kata Pengawas Kerajaan Fadli Syamsuddin, seperti dikutip The Straits Times, Kamis (24/11) sore.

Upacara tersebut dihadiri oleh pejabat tinggi seperti sekretaris pemerintah, hakim agung, jaksa agung, pembicara dari kedua majelis parlemen. Beserta para pemimpin Pakatan Harapan dan Barisan Nasional.

Anwar duduk di sebelah istrinya yang juga mantan Wakil Perdana Menteri di masa Mahathir Mohammad dan Muhyiddin Yassin, Wan Azizah Wan Ismail.

Berita Terkait : Anwar Ibrahim: Pemilu Ini Lemparan Dadu Terakhir

Beserta enam anak mereka: Anggota Parlemen Lembah Pantai Nurul Izzah Anwar,  Muhamad Ihsan Anwar, Nurul Nuha Anwar, Nurul Iman Anwar, Nurul Hana Anwar, dan Nurul Ilham Anwar.

Lewat akun Twitter-nya, Anwar berjanji, akan menjalankan tugasnya sebagai Perdana Menteri dengan sebaik-baiknya.

"Amanah ini akan dijalankan dengan penuh rasa tawadhu dan tanggung jawab. Tugas ini saya emban bersama tim, atas kehendak dan nurani rakyat," tulisnya, Kamis (24/11).

Dalam karier politiknya, Anwar pernah dipecat dari jabatan Wakil Perdana Menteri pada tahun 1998, di era Mahathir Mohammad. Di tengah tuduhan kontroversial sodomi dan penyalahgunaan kekuasaan.

Berita Terkait : Mahathir: Meski Tua, Saya Masih Kuat Kerja

Dia pernah dua kali dipenjara. Pertama, karena korupsi pada tahun 1999. Kala itu, penahanan Anwar memicu protes jalanan dan kelahiran Partai Keadilan Rakyat (PKR), yang saat ini memimpin koalisi Pakatan Harapan.

Tahun 2015, Anwar kembali dipenjara karena sodomi. Namun, diberi pengampunan kerajaan dan dibebaskan pada Mei 2018, setelah Pakatan Harapan memenangkan Pemilu tahun itu. ■