Dark/Light Mode

Baru 4 Bulan Bekerja

Digoyang Korupsi, 4 Menteri Jepang Mundur

Kamis, 29 Desember 2022 07:05 WIB
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. (Foto Bernama)
Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida. (Foto Bernama)

 Sebelumnya 
Pemerintahan Kishida diterpa gonjang-ganjing usai dianggap memiliki hubungan dengan komunitas Gereja Unifikasi. Komunitas itu menjadi perbincangan usai Tetsuya Yamagami menembak eks PM Jepang Shinzo Abe hingga tewas, Juni lalu. Ia menganggap mantan pemimpin Jepang itu terlibat dengan Gereja Unifikasi yang membuat sang ibu bangkrut.

Usai ramai jadi buah bibir, Kishida pun melakukan aksi bersih-bersih dan menyingkirkan menteri yang diduga terlibat dengan Gereja Unifikasi.

Baca juga : Innalillahi, Budayawan Betawi Ridwan Saidi Meninggal Dunia

Selain itu, muncul spekulasi bahwa Kishida bakal merombak kabinet untuk meningkatkan popularitas pada 10 Januari mendatang. Kishida tidak mengenyampingkan rumor itu dan memberikan tanda-tanda perombakan terjadi dalam satu atau dua minggu ke depan.

“Saya tidak bermaksud mengatakan saya tidak akan pernah mempertimbangkan perombakan kabinet. Saya hanya mengatakan, saya tidak mempertimbangkannya selama liburan Tahun Baru,” ujar dia.

Baca juga : Ada Kecelakan Di Tol Layang Japek, Korlantas Terapkan Contra Flow

Sementara Kishida telah membuat beberapa perubahan drastis pada kebijakan pertahanan dan energi negara, termasuk strategi keamanan baru dan memaksimalkan energi nuklir. Namun,  ia dipandang bimbang dan lamban dalam manajemen risiko pemerintahannya sendiri.

Media Jepang memberitakan, popularitas untuk pemerintahan PM Kishida terus anjlok. Berdasarkan laporan Kyodo News, popularitas PM Kishida masih berada di angka 54,1 persen pada Agustus 2022. Kemudian merosot menjadi 42,1 persen pada September 2022. Selanjutnya, menyentuh 35 persen, Oktober lalu.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.