Dark/Light Mode

Cara Tentara Ukraina Pulihkan Fisik Dan Mental

Duduk Di Ruangan Redup Ditemani Wangi Lavender

Jumat, 6 Januari 2023 06:30 WIB
Sejumlah Prajurit Ukraina mendengarkan musik meditasi di ruangan berpenerangan redup di pusat rehabilitasi di wilayah Kharkiv, Ukraina, Jumat, 30 Desember 2022. (Foto AP/Vasilisa Stepanenko)
Sejumlah Prajurit Ukraina mendengarkan musik meditasi di ruangan berpenerangan redup di pusat rehabilitasi di wilayah Kharkiv, Ukraina, Jumat, 30 Desember 2022. (Foto AP/Vasilisa Stepanenko)

 Sebelumnya 
Lebih dari 2.000 tentara telah dirawat di sini sejak pusat ini dibuka Juni lalu. Pusat rehabilitasi ini menerima dukungan dari mitra internasional, dari Latvia, Lithuania, Romania, Polandia, Amerika Serikat dan Spanyol. Menurut Vasylkovskyi, biaya satu hari rehabilitasi untuk satu tentara sekitar 20 euro (Rp sekitar 350.000).

Viktor, yang nama belakangnya tidak dapat dipublikasikan karena alasan keamanan, bekerja sebagai penambang sebelum bergabung dengan tentara. Dia ikut dalam operasi militer yang sukses mendesak pasukan pendudukan Rusia keluar dari Kharkiv.

Baca juga : Bantuan Baznas Jadi Polemik, Ganjar Perintahkan Ditarik Dan Digunakan Membantu Warga Lain

Selama berbulan-bulan, dia tidur di parit berlumpur dan dingin. “Kami bekerja dalam kondisi yang buruk bagi kesehatan,” kata Viktor, saat mendapat perawatan di sebuah ruangan yang dinding dan lantainya dilapisi garam unmtuk membersihkan paru-parunya yang rusak.

Empat hari di pusat rehalbilitasi, dia merasa bersemangat kembali. “Saya sudah bertekad melangkah lebih jauh, melanjutkan pekerjaan saya, menghancurkan musuh, dan membawa kita setap hari lebih dekat ke kemenangan,” kata Viktor.

Baca juga : KPK Telusuri Status Kepemilikan Apartemen Di Jakarta Yang Kerap Ditempati Lukas Enembe

Namun, yang paling menarik dari pusat rehabilitasi ini bukanlah terapi. Tetapi dibolehkannya para tentara membawa serta keluarga selama beberapa hari.

Maksym, seperti Viktor, tidak dapat mengungkapkan nama belakangnya karena alasan keamanan, belum pernah bertemu istri dan putranya selama lima bulan.

Baca juga : Nataru, Pertamina Pastikan Stok BBM Dan LPG Di Kalimantan Timur Aman

“Salah satu bagian tersulit dari perang ini, ketika tidak dapat terhubung dan berbicara dengan orang yang anda cintai,” terang Maksym.

Dia merasa lega bisa bertemu keluarga selama beberapa hari di pusat rehabilitasi dan bersantai bersama. Tanpa liburan resmi, ini satu-satunya cara agar banyak tentara bisa beristirahat dengan baik. ■ 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.