Dark/Light Mode
- Kabar Haji Isam Pimpin Operasi Karhutla Dibantah Mensesneg: Tidak Benar Itu!
- Selain Upah Pungut, KPK Juga Usut Dugaan Korupsi Proyek di Kabupaten Bogor
- Cegah Karhutla Meluas, 8 Desa Di Cengal Perkuat Sinergi
- Prabowo Dan Jokowi Jadi Saksi Akad Nikah Kasespri Rizky Irmansyah
- KPK: OTT Rektor Unsoed Jadi Momentum Perkuat Integritas Perguruan Tinggi
RM.id Rakyat Merdeka - Setidakya 64 orang tewas dalam kecelakan pesawat yang membawa 72 penumpang di Pokhara, Nepal, Minggu (15/1). Itu jadi kecelakaan terburuk di negeri Himalaya tersebut dalam tiga dekade terakhir.
Juru bicara Otoritas Penerbangan Sipil Nepal, Jagannath Niroula mengatakan, ratusan petugas penyelamat dikerahkan mengevakuasi para korban. Mereka menghadapi medan yang berat dalam upaya penyelamatan.
Baca juga : Perkuat Jaringan Di Jalur Kereta, XL Axiata Gandeng Surge
Tim penyelamat berhasil mencapai sekitar bagian pesawat yang rusak. Beberapa tanah di dekat lokasi kecelakaan hangus, dengan bekas jilatan api.
"Pesawatnya terbakar," kata pejabat polisi setempat Ajay KC, dilansir Reuters.
Baca juga : Dilanda Badai Salju, AS Lumpuh Dan 37 Orang Tewas
"Kami telah mengirim 31 jenazah ke rumah sakit dan masih mengevakuasi 33 jenazah dari ngarai," imbuhnya.
Dia menambahkan, petugas sempat kesulitan mencapai lokasi jatuhnya pesawat yang berupa ngarai di antara dua bukit dekat bandara kota turis itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.