Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Sejak tahun 2000, setidaknya 309 orang tewas dalam kecelakaan pesawat atau helikopter di Nepal.
Nepal merupakan rumah bagi delapan dari 14 gunung tertinggi di dunia, termasuk Everest. Hal itu membuat cuaca bisa berubah tiba-tiba dan menimbulkan kondisi berbahaya.
Baca juga : Perkuat Jaringan Di Jalur Kereta, XL Axiata Gandeng Surge
Uni Eropa telah melarang maskapai penerbangan Nepal dari wilayah udaranya sejak 2013, dengan alasan masalah keamanan.
Menurut situs pelacakan penerbangan FlightRadar24, pesawat yang jatuh Minggu (14/1), telah berusia 14 tahun.
Baca juga : Dilanda Badai Salju, AS Lumpuh Dan 37 Orang Tewas
ATR72 adalah pesawat turboprop bermesin ganda yang banyak digunakan dan diproduksi perusahaan patungan Airbus dan Leonardo Italia.
FlightRadar24 menyebutkan, pesawat itu dilengkapi dengan transponder tua dengan data yang tidak dapat diandalkan.***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.