Dark/Light Mode

Setahun Operasi Militer Rusia

Sebagian Warga AS Protes Bantuan Ke Ukraina

Kamis, 2 Februari 2023 20:00 WIB
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 21 Desember 2022. (Foto Twitter @Potus)
Presiden AS Joe Biden dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, 21 Desember 2022. (Foto Twitter @Potus)

 Sebelumnya 
Bantuan dibagikan dalam beberapa paket dari mulai dari sistem anti-udara, kendaraan lapis baja, dan lebih dari satu juta peluru artileri yang telah dikirim AS ke Ukraina. Biden berjanji untuk terus mengalirkan senjata ke Ukraina selama diperlukan.

Sebagian besar bantuan ini telah didanai negara yang disahkan Kongres dalam dua tagihan. Yakni tagihan 40 miliar dolar AS (Rl 595 triliun) yang disahkan pada Mei. Selain itu, tagihan pengeluaran Pemerintah 1,7 triliun dolar AS (Rp 25,2 triliun) pada Desember.

Baca juga : Gelar Konser Di Sunda Kelapa, Yogyakarta Royal Orchestra Dicatatkan Ke MURI

Sejumlah anggota parlemen  yang dekat dengan mantan Presiden Donald Trump (kubu Republik), seperti Ketua DPR AS Kevin McCarthy, mengutuk Biden dan politisi Partai Demokrat karena menghabiskan begitu banyak uang untuk perang di luar negeri.

Menurut mereka, uang itu akan lebih baik dihabiskan untuk menopang ekonomi Amerika dan memperketat keamanan di perbatasan. Namun tak sedikit kubu Republik mendukung keputusan Biden membantu Ukraina.

Baca juga : Bamsoet Diangkat Sebagai Warga Kehormatan Korps Marinir

“Amerika Serikat dan sekutu kami serta mitra kami telah melakukan cukup banyak untuk membantu Ukraina. Tapi kami belum melakukan cukup banyak untuk membantu Ukraina benar-benar menang,” kata Ketua Fraksi Partai Republik di Senat AS, Mitch McConnell.

Pemilih dari Partai Republik cenderung menentang bantuan militer ke Ukraina, dengan 40 persen mengatakan bahwa AS memberi terlalu banyak. Sekitar 17 persen mendesak lebih banyak bantuan.

Baca juga : Relawan Ganjar Serahkan Bantuan Pembangunan Asrama Di Trenggalek 

Hanya 15 persen pemilih dari Partai Demokrat berpikir Biden harus mengurangi bantuan AS, sementara 23 persen berpikir arus kas ke Ukraina harus meningkat.***

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.