Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ikut 2nd Rising Fellowship Di Singapura, 8 Kepala Daerah Happy
Jumat, 10 Maret 2023 12:22 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Delapan kepala daerah yang mengikuti 2nd Rising Fellowship mendapat pengalaman yang bermanfaat selama mengikuti program lima hari di Singapura.
Tak hanya mendapat masukan dari para pejabat tinggi Singapura, para peserta juga melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Bupati Padang Panjang Fadly Amran menyampaikan kesan-kesan, saat mewakili delapan kepala daerah dalam acara penutupan program di Kementerian Luar Negeri Singapura, Jumat (9/3).
Program 2nd Rising Fellowship dibuka Menteri Pendidikan Singapura Chan Chun Sing, dan ditutup oleh Menteri Luar Negeri Vivian Balakhrisnan.
Menteri Negara pada Kementerian Luar Negeri Sim Ann ikut hadir dalam acara penutupan.
“Kami sungguh merasa bersyukur, mendapat kesempatan untuk mengikuti program ini. Di luar dugaan, kami bisa mendapat kesempatan untuk bertukar pikiran langsung dengan Wakil Perdana Menteri Lawrence Wong, juga para menteri Singapura," papar Fadly, Jumat (10/3).
"Kami bisa melihat, bagaimana para anggota parlemen Singapura bertemu dengan para konstituen secara rutin. Kami juga berkesempatan untuk melihat, bagaimana Singapura mengembangkan teknologi dan menata kotany," ucap Fadly.
Baca juga : Hindari Macet, Ridwan Kamil-Ganjar Pranowo Adu Lari di Rakornas Kepala Daerah
"Dari program ini, saya banyak belajar dan mendapatkan ide bagaimana selanjutnya membangun daerah kami, yang berpenduduk 60 ribu jiwa,” imbuhnya.
Tujuh kepala daerah yang mengikuti program secara penuh adalah Walikota Makassar M Ramdhan Pomanto, Bupati Banyumas Ahmad Hussein, Bupati Banggai Amirudin Tamoereka, Bupati Mamuju Tengah Aras Tammauni, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandiani, dan Bupati Tegal Umi Azizah.
Saat pembukaan pada Senin (6/3) lalu, sempat hadir Wagub Bali Tjokorda Oka Artha, yang harus kembali karena ada tugas di daerahnya.
Menteri Luar Negeri Singapura menjelaskan, Program Rising Fellowship digagas oleh Presiden Joko Widodo dan PM Lee Hsien Loong pada 2018. Sebagai platform yang memungkinkan para pemimpin muda dapat saling bertemu, dan berbagi pengalaman. Sehingga, bisa membangun sikap saling percaya di antara kedua bangsa.
Program pertama sudah dilaksanakan pada 2019, namun terhenti karena pandemi Covid-19.
Vivian mengharapkan, program ini bisa terus berlanjut, karena akan memberikan manfaat bagi peningkatan hubungan di antara kedua negara.
Menurutnya, ada tiga hal yang harus menjadi perhatian bersama ke depan.
Baca juga : Ditemukan Pingsan Di Toilet, Indra Bekti Kena Pendarahan Otak
Pertama, tantangan global yang penuh ketidakpastian. Tantangan ini hanya bisa dihadapi kalau kita bekerja sama.
Kedua, potensi besar yang dimiliki Indonesia. Mulai dari penduduk muda yang besar, sumber daya alam yang melimpah, dan potensi ekonomi digital yang juga besar.
“Singapura ingin menjadi partner yang bisa mengoptimalkan semua potensi tersebut,” tutur Vivian.
Ketiga, perlunya meningkatkan hubungan di antara warga. Agar tercipta saling percaya yang semakin kuat.
“Hubungan di antara kedua bangsa tidak cukup hanya pada level pemerintah dan bisnis. Yang tidak kalah pentingnya, adalah bagaimana warga di antara kedua bangsa bisa lebih saling mengenal,” ujar Vivian.
Di sesi pembukaan, Menteri Pendidikan Chan Chun Sing menilai, kedua bangsa harus terus membangun persahabatan.
“Kita berharap, anak-anak Indonesia tidak hanya mengenal Orchard Road. Sebaliknya, anak-anak Singapura juga, jangan hanya tahu Jakarta atau Bali saja,” ujar Menteri Chan Chun Sing, yang pernah mengikuti pendidikan perwira dan ddua tahun bertugas di Indonesia.
Baca juga : Pemkot Batam Gandeng PT Pos Indonesia Salurkan BLT Daerah
Saat bertemu Wakil PM Lawrence Wong pada Kamis ,(9/3), para kepala daerah menyatakan keinginan untuk meningkatkan hubungan dengan Singapura.
Dia bilang, hubungan Indonesia dan Singapura berjalan sangat baik. Di level pemerintahan, banyak inisiatif kerja sama yang dilakukan.
“Pemerintah tidak bisa langsung melakukan kegiatan bisnis. Dunia usaha yang melakukan itu. Tetapi pada level pemerintah, kami akan selalu siap untuk memfasilitasi," jelas Lawrence Wong.
Lebih dari investasi, Singapura siap untuk membantu promosi investasi dan pariwisata di setiap daerah di Indonesia. Satu lagi, Singapura bisa menjadi pasar bagi produk-produk Indonesia. ■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya