Dark/Light Mode

Pemimpin ASEAN Dukung Implementasi Konsensus 5 Poin Tentang Myanmar

Kamis, 11 Mei 2023 11:43 WIB
Presiden Jokowi memimpin sidang KTT ke-42 ASEAN. (Foto: Setpres)
Presiden Jokowi memimpin sidang KTT ke-42 ASEAN. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemimpin ASEAN menyepakati implementasi ataupun pelaksanaan Konsensus Lima Poin tentang Myanmar dan terus memberikan bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar melalui Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN untuk Bencana Management (AHA Centre).

Hal tersebut dibuktikan dengan ASEAN LeadersStatement on the Recent Attack on a Convoy of the AHA Centre and ASEAN Monitoring Team in Myanmar, yang mengutuk kekerasan yang dilakukan Junta Militer Myanmar termasuk terhadap serangan kepada AHA-Centre di negara bagian Shan pada 7 Mei 2023.

Baca juga : Perpi Dukung Digitalisasi Dan Jamin Keamanan Data Perusahaan

“ASEAN memiliki peran penting untuk dapat menghentikan kekerasan yang terjadi di Myanmar dan menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi AHA Center untuk menyelesaikan penilaian terkait yang telah lama tertunda,” ujar Presiden Jokowi, dalam Penutupan KTT ke-42 ASEAN, di Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Kamis (11/5).

Jokowi mengatakan, pada 7 Mei lalu, AHA Center dan kelompok kerja ASEAN untuk Myanmar berencana mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada negara tersebut. Tetapi rencana ini harus ditunda karena alasan keamanan.

Baca juga : Beregu Putri Tenis Sumbang 1 Medali Emas

Konsensus Lima Poin, yang diadopsi para pemimpin ASEAN pada April 2021 untuk mendukung stabilitas di Myanmar dan keterlibatan efektifnya dalam kerja sama ASEAN dan pembangunan komunitas, mencakup poin-poin yang disepakati seperti mengakhiri kekerasan, mengadakan dialog konstruktif di antara semua pihak yang terlibat, memberikan bantuan kemanusiaan untuk Myanmar, menunjuk seorang Utusan Khusus ASEAN untuk memfasilitasi pembicaraan, dan mengizinkan Utusan Khusus ASEAN untuk mengunjungi Myanmar.

“Yang ingin saya tekankan adalah (serangan) tidak memengaruhi tekad ASEAN dan Indonesia untuk sekali lagi menyerukan diakhirinya kekerasan. Berhenti menggunakan kekerasan karena warga akan menjadi korban, tidak ada yang akan muncul sebagai pemenang dalam kondisi ini," tegas Jokowi.

Baca juga : Di KTT ASEAN, Kemendes Usulkan Pembentukan Jejaring Desa

"Saya mendesak agar kita duduk bersama (dan) menciptakan ruang dialog untuk menemukan solusi bersama," tambah Jokowi.

Sebagai Ketua ASEAN tahun ini, kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Indonesia telah meluncurkan upaya diam-diam untuk membuat terobosan dalam krisis di Myanmar, dengan para diplomatnya telah mengadakan lebih dari 60 keterlibatan dengan semua pihak yang terlibat.■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.