Dark/Light Mode

Tim Indonesia Raih 2 Perak di Ajang World Skills Competition 2019

Rabu, 4 September 2019 14:53 WIB
Tim siswa Indonesia pada ajang dua tahunan kompetisi keterampilan vokasional terbesar dunia, World Skills Competition 2019, yang berlangsung selama sepekan di penghujung Agustus 2019 di Kazan, Rusia. (Foto: KBRI Moskow)
Tim siswa Indonesia pada ajang dua tahunan kompetisi keterampilan vokasional terbesar dunia, World Skills Competition 2019, yang berlangsung selama sepekan di penghujung Agustus 2019 di Kazan, Rusia. (Foto: KBRI Moskow)

RM.id  Rakyat Merdeka - Tim siswa Indonesia berhasil meraih 2 medali perak, 1 perunggu dan 12 penghargaan (medallion for excellence) pada ajang dua tahunan kompetisi keterampilan vokasional terbesar dunia, World Skills Competition 2019, yang berlangsung selama sepekan di penghujung Agustus 2019 di Kazan, Rusia. 

Para siswa sekolah kejuruan dari berbagai daerah di Indonesia menduduki peringkat 15 dari 63 negara peserta. Prestasi ini meningkat dibanding keikutsertaan sebelumnya pada 2017 di Abu Dhabi. Acara World Skills kali ini merupakan yang ke-45 kalinya dengan memperlombakan 56 bidang keterampilan vokasional, diikuti 1.354 peserta dari 63 negara. Pada tahun ini, Indonesia mengirimkan 32 peserta yang mengikuti 29 bidang lomba. 

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, memberi dukungan penuh dengan hadir pada acara ini serta meninjau langsung jalannya kompetisi. Mendikbud juga menghadiri Pertemuan Ke-2 Tingkat Menteri (World Skills Ministerial Summit) yang membahas berbagai tema terkait pendidikan keterampilan vokasional. Pertemuan yang diadakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan World Skills Competition 2019 ini dihadiri 40 menteri negara peserta kompetisi yang bertanggung jawab dalam pengembangan dan pembangunan bidang pendidikan keterampilan vokasional di negaranya masing-masing. 

Baca juga : Top, Siswa SMK RI Boyong 15 Medali

Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi, yang turut hadir selama kegiatan berlangsung, menyambut gembira prestasi yang diraih delegasi Indonesia pada ajang kompetisi ini. "Prestasi ini merupakan suatu hal yang membanggakan dan merupakan bukti bahwa kualitas sumber daya manusia Indonesia bersaing di tingkat dunia," ungkap Wahid seperti keterangan pers KBRI Moskow, Selasa (3/9).

"Peta kekuatan perekonomian dan perkembangan kemajuan pembangunan di banyak negara maju berada di tingkat menengah, yaitu para profesional kejuruan yang didukung oleh sistem pendidikan ilmu-ilmu terapan bidang keterampilan vokasional yang berkualitas. Ajang yang diikuti oleh banyak negara maju ini dapat dimanfaatkan untuk menimba ilmu dan pengalaman dari negara peserta lainnya serta memperkuat jejaring kerja," imbuh Wahid. 

Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)-Kemendikbud, M. Bakrun, selaku ketua delegasi menyampaikan rasa bangganya. "Indonesia saat ini sedang menuju penguatan dan peningkatan kualitas pendidikan SMK dengan adanya Inpres Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi SMK dalam rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia," sebutnya.

Baca juga : Di Swiss, Indonesia Panen Mendali Di Kejuaraan Badminton

Kasubdit Peserta Didik, Direktorat Pembinaan SMK-Kemendikbud, Nur Widyani, yang turut mendampingi delegasi sampai akhir kompetisi menambahkan bahwa ajang ini sangat bermanfaat tidak hanya sebagai sarana pembelajaran dan menimba wawasan serta pengalaman bagi para peserta, tetapi juga sebagai bahan masukan bagi pendamping dari instansi terkait dalam proses perumusan kebijakan di bidang ini ke depannya. 

Di tengah kegiatan ini, Menteri Pendidikan dan delegasi yang didampingi Dubes Rusia juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pendidikan Federasi Rusia, Olga Vasilyeva. Pertemuan membahas prospek dan peluang kerja sama bilateral terkait pengembangan pendidikan keterampilan vokasional kedua negara. Menteri Pendidikan Rusia menyambut baik kerja sama bidang pendidikan, khususnya vokasional dengan Indonesia dan berjanji akan mengirimkan guru ahlinya untuk melakukan pelatihan bagi para guru sekolah kejuruan di Indonesia (training the trainer). 

Indonesia sudah 8 kali ikut ajang World Skills Comptetition sejak 2005 dan telah menunjukkan peningkatan prestasi yang signifikan. Pada kali pertama berpartisipasi, Indonesia mengikuti 4 bidang lomba saja dan tidak memperoleh juara apapun dengan menduduki peringkat 35 dari 37 negara peserta. Akan tetapi, pada 2017, berhasil meraih 2 medali perak dan 12 medali kehormatan untuk 29 bidang lomba dan menduduki peringkat 16 dari 57 negara peserta. 

Baca juga : GT Radial dan IRC Raih TOP Brand Award 2019

Sebelum keberangkatan ke Rusia, delegasi Indonesia sempat melakukan audiensi dengan Presiden Jokowi, di Istana Merdeka. Peserta Indonesia yang berhasil meraih medali perak adalah Hengki Sanjaya (Software Solutions for Business) dan Rizky Muhammad (IT Network Systems Administration); serta medali perunggu diraih Mochammad Hafid Miftah Fauzi (Plastic Die Engineering). 

Para peraih medali penghargaan adalah Muhammad Robby/ Muhammad Ridho Cahyono (Mechatronics), Gregorius Giga Abdipatria (Mechanical Engineering CAD), Arvian Iswahyudi (CNC Milling), Salyan Alqosimi (Welding), Mukhamad Khoirul Abdullah (Electronics), Luki Centuri (Web Technologies), Lodi Joyo Siswanto (Industrial Control), Miftakul Jannah Rahmadhani (Hairdressing), Isnaini Wulandari (Fashion Technology), Mustaqim Mustaqim (Automobile Technology), Indriani Putri Yudianti (Restaurant Service), dan Luky Wiranda (Graphic Design Technology). [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.