Dark/Light Mode

Quick Count by Litbang Kompas
Anies & Muhaimin
25.23%
Anies & Muhaimin
Prabowo & Gibran
58.47%
Prabowo & Gibran
Ganjar & Mahfud
16.30%
Ganjar & Mahfud
Waktu Update 20/02/2024, 00:17 WIB | Data Masuk 100%

Lakukan Pertukaran Tahanan dengan Rusia,

Presiden Ukraina Diusulkan Dapet Nobel Perdamaian

Selasa, 10 September 2019 10:49 WIB
Vladimir Zelensky (Foto RTE)
Vladimir Zelensky (Foto RTE)

RM.id  Rakyat Merdeka - Berkat inisiasinya melakukan pertukaran tahanan dengan Rusia, Presiden Ukraina Vladimir Zelensky disebut pantas masuk nominasi penerima nobel perdamaian. Hal itu diusulkan analis politik Rusia Stanislav Belkovsky kepada Echo of Moskow.

Menurutnya, langkah yang diambil Presiden Zelensky layak dapat penghargaan. "Saya rasa Kepala Komite Pusat Partai Komunis USSR terakhir, Mikhail Gorbachev, harus menyodorkan nominasi ini kepada panitia Nobel Perdamaian," ujar Belkovsky.

Pekan lalu, Ukraina dan Rusia saling tukar tahanan. Zelensky mengatakan, pertukaran tahanan ini menjadi langkah pertama untuk mengakhiri perang antara tentara Kiev dan separatis pro-Moskow di Ukraina timur.

Baca juga : Fraksi PPP: Pemberantasan Korupsi Butuh Paradigma Baru

Menurut Zelensky, pertukaran tahanan ini disepakati dengan mitranya dari Rusia Vladimir Vladimorvich Putin. Dia juga berharap segera digelar pertemuan dalam apa yang disebut sebagai "Format Normandia" antara Ukraina, Rusia, Prancis dan Jerman untuk membantu meredakan perang dengan separatis pro-Moskow.

"Semua langkah harus diambil untuk mengakhiri perang mengerikan ini," katanya merujuk pada konflik di Ukraina timur, dikutip Reuters.

Pesawat-pesawat yang membawa tahanan telah mendarat di Moskow dan Kiev. Tindakan kedua pihak dipuji banyak pihak sebagai langkah kemanusiaan bersejarah.

Baca juga : RUU Pertanahan Bertentangan Dengan Keinginan Presiden

"Pertukaran yang telah lama ditunggu-tunggu telah selesai," kata Komisaris Hak Asasi Manusia Rusia Tatyana Moskalkova.

"Itu sebagai aksi kemanusiaan berskala massal historis," ujarnya.

Dia mengonfirmasikan pertukaran tahanan itu masing-masing 35 orang. Langkah bersejarah ini terjadi setelah negosiasi berbulan-bulan di berbagai tingkatan. Pada satu titik, bahkan presiden kedua negara membahasnya melalui telepon. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.