Dark/Light Mode

Sidik Jari Banyak Yang Hilang

Korban Tewas Kebakaran Hawaii Kini 106, Proses Identifikasi Super Rumit

Rabu, 16 Agustus 2023 21:36 WIB
Petugas mencari korban kebakaran Maui Hawaii, yang kemungkinan tertimbun di antara reruntuhan puing dan abu. (Foto: Reuters via CNN International)
Petugas mencari korban kebakaran Maui Hawaii, yang kemungkinan tertimbun di antara reruntuhan puing dan abu. (Foto: Reuters via CNN International)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Hawaii, Amerika Serikat (AS) Josh Green menegaskan, identifikasi korban tewas akibat kebakaran hutan di Maui yang telah mencapai 106, bukanlah perkara mudah. Super rumit. Bisa memakan waktu berminggu-minggu.

Sejauh ini, pihak keluarga telah diminta memberikan sampel DNA untuk memudahkan identifikasi.

"Prosesnya akan dibantu oleh tim genetika," kata Green kepada CNN International, Rabu (16/8).

Baca juga : Sahabat Ganjar Ulurkan Tangan Untuk Korban Kebakaran Di Penjaringan Jakut

Otoritas setempat, dilaporkan telah menerjunkan 185 petugas pencarian dan penyelamatan, serta 20 anjing pelacak untuk menemukan korban dalam timbunan puing dan abu kebakaran hutan paling mematikan di Amerika, dalam lebih dari satu abad.

"Apa yang Anda lihat, sama seperti di zona perang atau area tragedi 9/11," ujar Green dalam acara “The Source with Kaitlan Collins.”

"Proses identifikasi sangat menantang, karena jasad  nyaris para korban tak bisa dikenali. Sidik jari, jarang ditemukan," imbuhnya.

Baca juga : Bank Artha Graha Sumbang Hewan Kurban Tersertifikasi Ke Masjid Istiqlal

Investigator harus mengembangkan profil DNA dari potongan jasad. Serta berupaya menemukan kecocokan, termasuk dari DNA yang diberikan oleh kerabat yang hilang.

Pejabat berwenang Maui menyebut, sejauh ini, korban yang telah berhasil diidentifikasi, baru berjumlah lima, dari total 106 korban tewas. 

"Dua nama korban diumumkan secara terbuka, dan tiga nama lainnya akan diumumkan setelah keluarga mereka diberitahu," demikian pernyataan otoritas setempat.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.