Dewan Pers

Dark/Light Mode

Peringati 70 Tahun Hubungan Diplomatik di Turki

Indonesia Suguhkan Kolaborasi Tari Sufi dan Tari Saman

Selasa, 24 September 2019 07:12 WIB
Tari saman sema meriahkan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Turki. (Foto KBRI Ankara, Turki)
Tari saman sema meriahkan perayaan 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Turki. (Foto KBRI Ankara, Turki)

RM.id  Rakyat Merdeka - Peringati 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Turki, KBRI Ankara menampilkan tarian kolaborasi antara tari saman dari Aceh dan tari sema dari Turki. Tarian itu dinamakan samansema. Hasil koreografi LM Iqbal dan Agung Gunawan. Pertunjukan berlangsung d bisa Hotel JW Marriott Ankara, 21 September 2019.

Hadir menyaksikan penampilan tarian tersebut Ketua Parlemen/Majelis Permusyawaratan Nasional Turki, Mustafa Sentop, sebagai tamu kehormatan bersama sekurangnya 500 orang dari kalangan diplomatik, komunitas bisnis dan pejabat pemerintahan Turki. Tarian tersebut menceritakan bagaimana sufisme ikut menciptakan efek pencerahan dan kebangkitan dalam sejarah kedua bangsa.

Berita Terkait : Ukir Sejarah, Resepsi Diplomatik Indonesia Digelar di Gedung Senat AS

"Pesan moral dari tarian ini adalah agar, sebagaimana halnya di masa lalu, hubungan kedua negara di masa mendatang harus membawa dampak membangkitkan dan mencerahkan bagi kemajuan kedua bangsa," ujar Haviz Aprilian, Sekretaris II Sosial Budaya KBRI Ankara.

Tari samansema dipentaskan 16 orang penari dari sejumlah sanggar di Turki yang sebulan terakhir mengikuti Kursus Tari Musim Panas yang diselenggarakan KBRI Ankara. Selain mengkolaborasikan tarian, tari saman sema juga mengkolaborasikan alat musik suling sema dari Turki dengan rebab dari Indonesia. Berbagai kegiatan telah dicanangkan KBRI Ankara bersama berbagai pihak di Turki guna mengisi peringatan tersebut selama setahun ke depan. Selain meluncurkan dimulainya rangkaian kegiatan peringatan 70 hubungan diplomatik Indonesia-Turki, pada kesempatan tersebut juga diluncurkan logo peringatan yang dikomposisikan dari motif ukiran Bali (7) dan motif ornamen khas Ottoman berupa bunga tulip (0).

Berita Terkait : Duh, Indonesia Masih kekurangan Hunian 8 Juta Unit

Meskipun hubungan diplomatik Indonesia dengan Turki secara resmi dimulai sejak tahun 1950, catatan sejarah menunjukkan, berbagai kesultanan baik di Jawa maupun Sumatera, sudah memiliki interaksi dengan kesultanan Ottoman/Usmaniyah sejak abad ke-15. Jejak interaksi tersebut salah satunya terlihat dari berbagai praktek sufisme yang masih tumbuh subur di Indonesia dan di Turki hingga saat ini. [MEL]